
TABANAN, Kilasbali.com – Perusahaan Umum Daerah Tirta Amerta Buana atau Perumda TAB mulai melakukan mitigasi awal untuk mengantisipasi potensi gangguan yang terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem.
Selain melakukan pengawasan dan pemeliharaan rutin, upaya mitigasi yang ditekankan dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem adalah dengan menyiagakan tim teknis di masing-masing kantor layanan.
Tim teknis yang jumlahnya berkisar 15 sampai 20 orang ini ada pada masing-masing kantor layanan, baik pusat atau unit di kecamatan. Tim teknis ini mulai dari operator hingga petugas lapangan.
Apalagi pada pekan depan, umat Hindu di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan akan merayakan hari suci Galungan. Di momen hari suci itu, biasanya penggunaan air bersih cenderung mengalami peningkatan.
Seperti diungkapkan Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Bagian Langganan Perumda TAB, I Made Pande Surdika, pada Rabu (12/11). “Direksi kami sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meminimalkan potensi gangguan selama (perubahan) cuaca ekstrem,” katanya.
Kesiapan dari sisi personel ini betujuan untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bersih ke pelanggan. Apalagi di minggu depan, umat Hindu di Bali, termasuk di Kabupaten Tabanan akan merayakan hari suci Galungan.
“Petugas teknis ini terbagi ke dalam beberapa sift. Jumlahnya antara 15 sampai 20 orang per masing-masing kantor layanan. Mereka terdiri dari operator (instalasi) dan petugas lapangan,” bebernya.
Hal senada juga ditegaskan Humas Perumda TAB, I Putu Wahyu Untung Suardana, di kesempatan yang sama. Menurutnya, direksi sudah mengeluarkan arahan kepada seluruh jajaran Perumda TAB untuk melakukan mitigasi awal.
“Upaya apa saja yang perlu dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi potensi gangguan (layanan). Kalaupun terjadi (gangguan), risikonya bisa minimal,” imbuhnya.
Untung bahkan menambahkan, selain menyiapkan personel dan memastikan kegiatan pemeliharaan dan pengawasan rutin, Perumda TAB juga akan menerapkan metode flushing pada instalasi perpipaan dengan menggunakan aliran air bertekanan tinggi.
Dengan metode tersebut, tingkat kekeruhan air bisa diminimalkan dan sumbatan-sumbatan pada instalasi pipa bisa terlepas. “Sesuai arahan direksi, metode flushing juga akan diterapkan untuk menjaga kualitas air bersih dan keberlangsungan distribusinya,” imbuh Untung. (c/kb).

















