Tari Kraesi Dadong Rerod Massal, KCK Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana Lestarikan Seni Budaya Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Persit KCK Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana menggelar Tari Kreasi Dadong Rerod secara massal dengan jumlah 1.192 penari dari ibu-ibu Persit jajaran Korem 163/Wira Satya, di lapangan Makorem Jalan PB Sudirman Denpasar Bali, Minggu (9/11) pagi.
Ketua Persit KCK Koorcab Rem 163 PD IX/Udayana, Ayu Agung Hadisaputra menjelaskan, tarian Dadong Rerod selain sebagai hiburan bagi masyarakat, sering kali ditampilkan dalam acara perayaan atau festival desa, dan juga ekspresi kehidupan sehari-hari.
Tarian ini menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat dengan gerakan dan ekspresi yang jenaka.
“Dalam tarian dengan karakter dadong rerod (nenek tua yang lucu, red) ini, tertuang pesan moral atau kritik sosial. Selain itu, tarian ini dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan moral, nasihat, atau kritik sosial secara halus kepada penonton,” ungkapnya.
Tarian ini juga bertujuan untuk melestarikan kesenian tradisional Bali, adat dan budaya dan juga memperkenalkannya kepada generasi muda, Secara ringkas, tarian ini berfungsi sebagai media komunikasi budaya yang menghibur sambil menyampaikan nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal.
Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra menyampaikan dukungan penuh atas kreativitas anggota Kartika Chandra Kirana se-Bali.
Apalagi, lanjut dia, tarian Bali ini yang sudah lama ditinggalkan. “Tarian Dadong Rerod yang dipentaskan secara massal oleh 1.192 penari ini merupakan hal yang sangat baik, dan jarang sekali terjadi,” ungkapnya.
Pihaknya pun berharap, pementasan tarian tersebut menjadi tonggak sejarah di Bali. Karena, Tarian Dadong Rerod secara massal dengan jumlah 1.192 penari belum pernah terjadi. Bahkan, mungkin di dunia juga tidak terjadi.
“Maka dari itu, saya men-support terus untuk menggerakan budaya tarian Bali yang sudah lama hilang. Termasuk juga tarian-tarian Bali yang akan muncul, saya harap ini tidak akan ditinggalkan,” harapnya. (jus/kb)

















