
TABANAN, Kilasbali.com – Kompetisi skateboard dan sepeda hingga pameran mural kreatif mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singasana Ke-532.
Tiga kegiatan yang bertajuk Skateboard x Sepeda Competition dan Singasana Mural Exhibition itu dimulai pada Sabtu (8/11) hingga Minggu (9/11) di lapangan Kediri.
Kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Agata (Anak Gaul Tabanan) ini menghadirkan kolaborasi antara dunia seni, olahraga, dan komunitas kreatif lokal.
Dua agenda utama tersebut menjadi simbol semangat perayaan hari jadi Kota Singasana yang dinamis, inklusif, dan menumbuhkan nilai-nilai positif di kalangan masyarakat.
Ratusan peserta dari berbagai kalangan umur dan komunitas skateboard serta sepeda ikut ambil bagian.
Dalam kontes olahraga ektrem itu, peserta tidak hanya keterampilan semata yang berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menumbuhkan solidaritas, sportivitas, dan kebersamaan.
Demikian halnya dengan pameran mural, pesertanya berupaya menyuguhkan kreativitas visual mereka karya masing-masing.
Dinding yang kumuh dan semula polos kini disulap menjadi kanvas publik penuh warna dengan tema kebanggaan daerah, semangat gotong royong, dan harapan generasi muda Tabanan.
Karya-karya tersebut dihasilkan melalui kolaborasi antara seniman muda lokal dan komunitas kreatif sehingga menjadikan ruang publik lebih hidup dan inspiratif.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, mengatakan bahwa HUT Ke-532 Kota Singasana harus berdampak dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Demikian halnya dengan keterlibatan kalangan anak muda yang menurutnya memberikan energi dinamis dalam perayaan HUT Kota Singasana di tahun ini.
“Mereka bukan hanya menunjukkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menyalurkan energi positif yang membangun wajah baru Kota Singasana sebagai kota yang dinamis, modern, dan berjiwa muda,” ujarnya.
Sementara itu, Gede Paramartha Daisuke selaku Ketua Komunitas AGATA menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat Mula Jayaning Singasana.
Kebetulan semangat yang bermakna gerakan untuk kembali ke masa kebangkitan Kota Singasana melalui kebangkitan kreativitas dan ekspresi generasi muda.
Sehingga, sambungnya, perayaan HUT Kota Singasana tidak hanya berlangsung sebagai sekadar seremoni.
“Tetapi juga melalui karya dan energi positif anak muda. Ini ruang mereka untuk berkreasi, berkompetisi, dan memberi warna bagi kota yang kita cintai,” ungkap perwakilan panitia ini.
Sementara itu, salah satu peserta I Made Dandy berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan sebagai ruang ekspresi anak muda. (c/kb)

















