
TABANAN, Kilasbali.com – Kepolisian Resor (Polres) Tabanan mengajak seluruh warga Tabanan untuk menjaga kondusivitas lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, juga mengimbau warga untuk memverifikasi setiap informasi untuk menangkal provokasi dan hoax.
Ajakan dan imbauan ini disampaikan Bayu saat disinggung situasi keamanan Tabanan seiring maraknya demonstrasi di beberapa daerah. Termasuk yang terjadi di Denpasar.
“Situasi sampai dengan hari ini, Tabanan masih dalam kondisi aman dan kondusif,” kata Bayu pada Minggu (31/8).
Ia menyebutkan, seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar. Demikian juga dengan aktivitas di tempat-tempat vital atau objek wisata.
Kendati demikian, untuk merespon situasi dalam beberapa hari terakhir ini, pihaknya tetap bersiaga.
“On call (siaga) bila sewaktu-waktu diperlukan pergerakan. Kami siap,” imbuh mantan Kanit II Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri tersebut.
Status siaga ini juga diberlakukan di masing-masing mako (markas komando). Baik di tingkat polres, polsek, hingga polsek.
“Kalau yang di tempat-tempat vital atau objek wisata itu sudah terploting (terarahkan). Anggota kami patrol dan melakukan penjagaan seperti biasa,” ujarnya.
Di samping itu, pihaknya juga sudah membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, agama, dan kepemudaan untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di Tabanan.
“Semuanya sudah sepakat menjaga situasi tetap kondusif,” sambungnya.
Selebihnya, ia mengajak seluruh warga Tabanan untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan wilayah atau lingkungan sekitar.
“Jika ada isu tertentu agar dikroscek terlebih dulu kebenarannya agar tidak termakan informasi palsu atau hoax,” kata Bayu.
Pihaknya mempersilakan masyarakat untuk mengikuti perkembangan situasi keamanan melalui media sosial yang resmi untuk memastikan kebenarannya.
“Dengan fenomena saat ini, kami juga meminta masyarakat untuk tidak ikut-ikutan (anarkis). Jangan sampai yang rugi masyarakat sendiri,” imbuh Bayu.
Pihaknya juga memberikan ruang bagi masyarakat yang hendak melakukan penyampaian aspirasi sesuai aturan dan tidak anarkis.
“Yang sifatnya penyampaian aspirasi kami bantu kawal. Kalau sifatnya anarkis seperti membakar fasilitas umum hingga menjarah, itu sudah salah arah. Kami akan tindak tegas dan terukur,” pungkasnya. (c/kb)

















