
TABANAN, Kilasbali.com – Gelombang tinggi yang terjadi di perairan selatan Pulau Bali dalam beberapa waktu terakhir ini mulai menimbulkan kerusakan.
Salah satunya di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. Di lokasi tersebut, ombak besar merusak tempat konservasi penyu serta areal pengeraman telurnya.
Tidak hanya itu, ombak besar juga membuat beberapa jukung atau perahu nelayan setempat mengalami kerusakan.
Untuk menghindari kerusakan yang lebih luas, seluruh jukung akhirnya ditarik menjauhi areal pantai. Saat ini, jukung para nelayan ditempatkan di areal parkir mobil.
Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, menyebutkan bahwa terjangan ombak besar pada areal konservasi itu terjadi pada Jumat (8/8) sekitar pukul 07.30 Wita.
Terjangan tersebut membuat beberapa bagian pagar kayu pada kawasan konservasi tersebut lepas. “Tapi untuk penyu atau tukik (anak penyu) yang dikonservasi tidak ada hilang,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan pagar tersebut setelah kondisi gelombang normal.
Menurutnya, meski kerusakan yang terjadi tidak begitu parah, perbaikan pagar itu mesti dilakukan secara total. “Harus dibenahi posisinya saja,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ada ribuan ekor tukik yang siap dilepasliarkan. Dari 250 tempat pengeraman yang ada di lokasi konservasi tersebut, sebanyak 150 tempat pengeraman sudah dalam kondisi menetas. Karena itu, ia berharap kondisi gelombang laut secepatnya normal kembali.
Selain menerjang tempat konservasi, ombak besar yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini juga merusak beberapa jukung milik nelayan setempat.
Seperti yang terjadi pada Rabu (6/8) lalu. Salah satu jukung milik nelayan setempat mengalami kebocoran di dua sisi. “Rusak parah jukungnya bocor dua sisi karena disapu ombak,” ungkap Dolia.
Di hari yang sama, beberapa jukung ada juga yang terbawa arus akibat ombak besar saat itu. “Makanya sekarang ditarik ke parkiran kendaraan,” imbuhnya.
Secara terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar dalam beberapa waktu belakangan ini memberikan peringatan gelombang tinggi.
Dalam peringatan terbaru pada Jumat (8/8) disebutkan bahwa potensi gelombang tinggi masih terjadi sampai 12 Agustus 2025 mendatang dan berlaku mulai Sabtu (9/8).
Ketinggian gelombang antara 2,5 – 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok Bagian Selatan.
Sedangkan, gelombang dengan tinggi antara 1,25 – 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Pulau Bali dan Selat Lombok Bagian Utara. (c/kb)

















