Kota Denpasar Terapkan PPKM Darurat Level 3 Mulai Tanggal 3-20 Juli 2021

DENPASAR, Kilasbali.com – Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menjelaskan Kota Denpasar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021.
“Itu memang keputusan. Memang surat pemerintah pusat dari Pak Jokowi dan pemerintah wajib melaksanakan. Kami wajib melaksanakan itu. Bali masuk level 3, ada Jawa masuk level 3 dan ada masuk level 4. Kalau level 4 lebih parah lagi. Kita dengan level ketiga ini, kita juga wajib kena PPKM darurat. Bukan melihat zona orange-nya, level-nya dipakai sekarang, ” jelas Jaya Negara saat sidak pelaksanaan rapid test antigen acak, di Penyeberangan Pantai Matahari Terbit Sanur, Jumat (2/7/2021).
Ia menambahkan sidak terhadap pelaksanaan rapid test acak ini dilakukan seiring meningkatnya kasus covid-19. Kegiatan ini juga sejalan dengan rencana penerapan PPKM Darurat. Dari hasil rapid test acak yang dilakukan terhadap 35 orang ini, didapati hasilnya semua non reaktif.
“Kita ingin benar-benar mengantisipasi tingkat kasus penyebaran, dimana saja penyebarannya. Kalau dengan sampling ini kita lebih gampang mengarahkan masyarakat,” sebutnya.
Jaya Negara juga menjelaskan, poin pembatasan dalam PPKM Darurat antara lain kegiatan keagamaan, jam malam, fasilitas publik ditutup, dan yang dibuka hanya sarana esensial saja.
Sedangkan menyangkut target vaksinasi di Kota Denpasar, ia mengatakan pertengahan Juli ini selesai 100 persen untuk tahap pertama. Sekarang capaian vaksin sudah mencakup 427 ribu orang atau 94 persen.
“Kasus dalam seminggu ini cenderung naik, sedangkan dari hasil sampling yang dilaksanakan oleh Satgas di beberapa titik salah satu contohnya di Banjar Mekar Sari dan Sekar Waru Sanur, ada pendatang 43 orang, 19 orang positif. Kalau di Sanur ada 14 orang pendatang 10 positif,” imbuhnya.
Jaya Negara juga minta pintu masuk ke Bali dijaga dengan ketat.
“Kalau kita menjaga sudah di sini agak susah, kalau di pintu masuknya dijaga dengan ketat, saya yakin kasusnya tidak meningkat setajam ini. Karena dari beberapa hasil kita melaksanakan swab ternyata memang hampir sebagian besar KTP luar Denpasar yang positif ini,” pungkasnya.(sgt/kb)
















