SMP Sisyadika Denpasar Siapkan Empat Rombel, Mercy: Sarpras Prokes Komplit!

DENPASAR, Kilasbali.com – SMP Negeri yang ada di Kota Denpasar diprediksi bakal tak mampu menampung seluruh lulusan siswa SD tahun 2021 ini. Dari informasi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, tahun ini lulusan SD sebanyak 13.881 siswa yang akan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk melanjutkan ke tingkat SMP.
Sementara itu, kuota PPDB di 14 SMP di Denpasar hanya sebanyak 4.000-an siswa, sehingga diprediksi terdapat 9.000-an siswa lulusan SD yang tidak bisa ditampung di SMP Negeri.
Menyikapi kondisi itu, Kepala SMP Sisyadika Denpasar, Mercy Victoria Gigir menyatakan kesiapannya membantu pemerintah untuk menampung siswa dengan menyediakan empat rombongan belajar (rombel).
“Kuota sekolah kami sebanyak 128 siswa yang dibagi menjadi empat rombongan belajar, per kelas masing-masing diisi 32 siswa,” kata Mercy saat ditemui di Denpasar, Minggu (16/5).
Dia menambahkan, kendatipun sekolahnya terletak strategis di jantung Kota Denpasar, namun dari segi pembiayaan cukup terjangkau. Hanya Rp1, 4 juta untuk pembelian seragam dan juga termasuk uang gedung.
“Sekolah kami memiliki 11 rombel, perpustakaan yang cukup memadai, hingga penyedian Wifi gratis bagi siswa maupun guru,” sebut mantan Kepala SMPN 2 Denpasar ini.
Sementara itu, menjelang akan diberlakukannya pelajaran tatap muka (PTM), pihaknya mengaku telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana (sarpras) protokol kesehatan (prokes). Seperti tempat cuci tangan, menyediakan penyanitasi tangan, hingga mengatur jaga jarak antar siswa saat akan berada di dalam kelas.
“Kami akan melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum diberlakukannya pelajaran tatap muka. Tentu saja seizin Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar,” imbuhnya.
Dijelaskan, sekolah yang terletak di Jalan Gunung Batur Gang Nangka 3 Denpasar Barat, tepatnya di belakang Pura Tambangan Banjar Pemedilan ini jumlah siswanya tidak terlalu banyak, sehingga sangat memungkinkan mengadakan pelajaran tatap muka.
“Sarpras prokes kami sudah komplit. Selain itu, guru-guru serta seluruh staf juga diwajibkan untuk mengawasi anak-anak dalam pelajaran tatap muka, khususnya di dalam kelas dalam hal menjaga jarak,” pungkasnya. (jus/kb)

















