Wandhira Siap Pertanggungjawabkan Komitmen Amerta

– Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing
DENPASAR, Kilasbali.com – Pasangan Calon (Paslon) Amerta Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara hadir dan menawarkan perubahan bagi seluruh masyarakat yang ada di Ibu Kota Provinsi Bali ini.
Paslon Amerta dengan visi dan misi, yaitu Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing, bakal mewujudkan perubahan di Kota Denpasar kearah lebih baik dan menjadikannya kota metropolitan.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Pemenangan Paslon Amerta, Wayan Mariyana Wandhira seusai mendampingi Paslon Amerta blusukan di Pasar Sindhu dan Pasar Intaran, Sanur, Sabtu (14/11) pagi.
“Kami tidak ingin hanya sertifikat pengakuan yang tidak bisa dinikmati masyarakat. Kami inginkan adalah program nyata yang langsung menyentuh dan dirasakan masyarakat,” tegas Wandhira.
Menurutnya, Paslon Amerta menawarkan berbagai perubahan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Diantaranya, subsidi BPJS kepada pekerja non formal dan termasuk pedagang pasar, menyetarakan sekolah swasta dan negeri dengan skema subsidi memanfaatkan CSR, santunan langsung berupa program kelahiran hingga kematian Rp 10 juta, serta berbagai program lainnya.
“Ini program riil yang nantinya akan dirasakan dan diterima langsung oleh masyarakat. Darimana anggarannya dan bagaimana cara pemberiannya? Program ini akan diambil dari hasil optimalisasi pendapatan dengan mengali potensi-potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang kemudian dilakukan penganggaran sebelum digelontorkan langsung kepada masyarakat,” bebernya seraya mengatakan, penerimaan PAD akan menerapkan sistem digitalisasi terintegrasi guna mencegah kebocoran.
Lanjut dia, pemberian bantaun kepada masyarakat ini bukan dalam bentuk hibah bansos. Tetapi dalam bentuk program yang setiap saat bisa diberikan dan dicairkan untuk masyarakat.
“Jadi bantuan ini setiap saat bisa diberikan, bukan seperti bansos tiap tahun. Terkadang persepsi salah yang diberikan kepada masyarakat sehingga termakan isu tersebut. Sekali lagi, ini tidak berupa bansos, tapi program, sehingga kapanpun dan dimanapun bisa direalisasikan,” jelasnya.
Wandhira menegaskan, komitmen dari Paslon Amerta dalam mewujudkan perubahan ke arah Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing akan ia pertanggungjawabkan secara penuh. Bahkan jika ingkar, maka tindakan tegas akan ia ambil.
“Saya bertanggungjawab sebagai ketua tim terhadap komitmen Paslon Amerta. Kebetulan saya duduk di badan anggaran, sehinggaa ketika ada hal yang diingkari paslon, maka kita akan hukum. Dan kami mempunyai fraksi untuk menghukum.
Kami bertanggungjawab apa yang disampaikan paslon. Ketika melanggar atau mengingkari, kita akan hukum di dewan sebagi bentuk komitmen kami mewakili masyarakat. Jadi kami tidak akan memberikan hanya janji, tapi bukti kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ngurah Ambara mengatakan bahwa bantuan yang akan digelontorkan kepada masyarakat jika dirinya terpilih menjadi Walikota Denpasar. Mulai dari bantuan bantuan Rp 30 juta per tahun untuk prajuru banjar adat, Rp 25 juta per tahun bagi sekaa teruna, Rp 5 juta per tahun, untuk PKK dan dadia Rp 5 juta, serta bantuan lainnya.
“Memang saat ini prajuru banjar sudah mendapatkan Rp1 juta per bulan sehingga totalnya Rp12 juta per tahun. Namun kami tingkatkan menjadi Rp 30 juta per tahun,” tegasnya.
Ngurah Ambara menegaskan, bantuan ini akan dicarikan dari peningkatan PAD Denpasar. Karena masih banyak peluang yang bisa dioptimalkan. “Salah satu caranya, kami akan melakukan digitalisasi dalam penerimaan pendapatan. Dengan demikian, maka kita akan lebih optimal dalam menerima pendapat, lebih akuntabel, dan transparan,” bebernya.
Sementara itu, Bagus Kertha Negara optimis, digitalisasi tersentralisasi dalam penerimaan pendapatan, maka PAD Denpasar akan mampu menyaingi pendapatan Kabupaten Badung.
Menurut pria yang akrab disapa Sting ini, sebagai Ibu Kota Provinsi Bali yang merupakan pusat perekonomian Bali dengan jumlah penduduk kurang lebih 960 ribu jiwa, mestinya Kota Denpasar memiliki PAD lebih tinggi dari Kabupaten lain seperti Kabupaten Gianyar yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil.
“Jika terpilih menjadi pemimpin Kota Denpasar, maka yang utama akan dioptimalkan adalah peningkatan PAD sebagai stimulus meningkatkan daya saing kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar agar terus bergairah,” pungkasnya. (jus/kb)

















