
DENPASAR, Kilasbali.com – Data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) sangat penting sebagai acuan untuk kebijakan pembangunan Kota Denpasar ke depan. Karena data yang dimiliki sangat valid dan berdasarkan realita di lapangan.
Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat asal Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra seusai menemui Kepala BPS Kota Denpasar Ema Sulaeman di kantornya, Jumat (13/11/2020).
“Dengan data BPS, maka kita bisa memperbaiki apa saja yang perlu ditingkatkan dalam upaya peningkatan ekonomi maupun daya saing masyarakat Kota Denpasar,” ujar Ambara.
Menurut dia, data-data yang dimiliki BPS sangat independen dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
“Data inilah yang harus dilihat pemerintah daerah, kemudian mengambil potensi dari data tersebut,” jelasnya.
Lanjut dia, yang terpenting dari data itu adalah bagaimana pemerintah daerah menindaklanjuti, sehingga terjadi pemerataan ekonomi.
Sementara, Ema Sulaeman mengatakan, di era pandemi ini, Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) yang paling bisa bertahan.
Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah melakukan kebijakan berupa kemudahan, bantuan dan dorongan agar bisa tetap bertahan. “Selama ini, UMKM terlihat sudah bisa bertahan di tengah pandemi,” ujarnya.
Pihaknya pun tak menampik, stimulus dan juga bantuan yang telah digelontorkan pemerintah cukup menolong keberadaan UMKM.
“Tentu itu sangat menolong, baik relaksasi, bantuan stimulus, peningkatakn kompetensi keahlian dan ketrampilan itu sangat bagus,” tandasnya.
Ngurah Ambara menambahkan, BPS juga telah menyarankan bagaimana upaya meningkatkan UMKM tersebut.
“Perlu pendampingan, modal kerja atau usaha, dan di masa pandemi ini, maka harus lebih serius menggarap UMKM,” imbuhnya seraya mengatakan, adanya upaya itu, maka ekonomi akan merata dan kesejahteraan akan meningkat.
Dari data BPS sesuai angka pemerintah daerah yakni deyure, jumlah penduduk Denpasar mencapai sebanyak 651 ribuan, sedangkan sedangkan defacto jumlahnya mencapai diatas 970 ribuan. (jus/kb)

















