Perangi Narkoba, Tiga Lagu Kampanye Diluncurkan di Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kalangan generasi muda dilakukan melalui pendekatan kreatif.
Tiga lagu bertema antinarkoba diluncurkan dalam Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Kemitraan BNN dan Komisi III DPR RI di Wantilan Pura Dalem Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (24/10) malam.
Mengusung tema “Generasi Muda Desa Adat di Era Digital: Antara Mobilitas Sosial, Lifestyle dan Risiko Keterpaparan Narkoba”, kegiatan ini menggabungkan edukasi, diskusi, serta seni musik sebagai media kampanye bahaya narkoba.
Tiga lagu yang diluncurkan yakni Lingkar Derita karya Mercy Band, Iblis Berjubah Dewa dari Bhurswah, dan Ejohin Narkoba yang dibawakan Ngurah Adi. Lagu-lagu tersebut diharapkan mampu menyampaikan pesan antinarkoba dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.
Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, mengatakan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat jalur masuk penyelundupan narkoba terbuka lebar. Karena itu, penegakan hukum menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah peredaran barang terlarang tersebut.
Parta menegaskan Komisi III DPR RI mendukung kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam melakukan penegakan hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu. Penindakan tidak hanya menyasar jaringan pengedar, tetapi juga aparat penegak hukum (APH) yang terbukti terlibat dalam kejahatan narkotika.
Di sisi lain, menurut Parta, upaya pencegahan perlu terus dikembangkan melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Peluncuran lagu antinarkoba menjadi salah satu alternatif sosialisasi agar pesan bahaya narkoba dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Lagu-lagu tersebut bahkan direncanakan untuk diaransemen ulang dalam versi remix sehingga dapat digunakan sebagai musik pengiring senam. Dengan demikian, kampanye antinarkoba bisa menjangkau kalangan ibu-ibu, pelajar, hingga komunitas lansia.
Parta juga mengajak seniman, musisi, dan artis Bali untuk turut mengambil peran dalam memerangi narkoba melalui karya seni. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi persoalan narkoba di lingkungan sekitar karena dampaknya dapat mengancam masa depan generasi muda.
Sarasehan ini dihadiri Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol Asep Saefudin, Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Pasma Royce, Plt. Kepala BNN Provinsi Bali Kombes Pol Stevy Frits Pattiasina, Kapolres Gianyar AKBP James I.S. Rajagukguk, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh adat, komunitas masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pelajar. Melalui kolaborasi tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor penyebaran pesan antinarkoba di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. (Ina/kb)

















