Bali Calon Tuan Rumah WCD 2031

DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan terhadap pencalonan Bali sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031. Dukungan tersebut disampaikannya saat menerima jajaran Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) di Jayasabha, Denpasar, Selasa (15/9).
Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali, siap memberikan rekomendasi sekaligus mendukung kebutuhan yang diperlukan Perdoski untuk memperkuat posisi Bali dalam proses bidding. “Tentu saya dukung. Saya berikan rekomendasi untuk itu. Apa-apa yang diperlukan untuk World Congress of Dermatology, sampaikan,” tegas Koster.
Koster optimistis Bali memiliki peluang besar untuk memenangkan persaingan sebagai tuan rumah WCD 2031. Optimisme tersebut didasarkan pada pengalaman Bali menyelenggarakan berbagai agenda internasional berskala besar, termasuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan World Water Forum ke-10.
Menurut Koster, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan Bali dalam menyediakan fasilitas, infrastruktur, serta layanan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan kegiatan internasional.
Koster mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 pada 2024. Menurutnya, dari 36 negara yang memiliki hak suara dalam proses pemilihan tuan rumah, hanya enam negara yang tidak memberikan suara kepada Bali. Dukungan mayoritas tersebut dinilainya mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan Bali menjadi tuan rumah kegiatan berskala global.
Pengalaman Bali menjadi tuan rumah KTT G20 juga menjadi modal penting karena Bali telah membuktikan kemampuannya menerima para pemimpin negara, delegasi, dan peserta dari berbagai negara.
Selain pengalaman menyelenggarakan agenda global, Koster menilai daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata internasional menjadi keunggulan dalam proses pencalonan WCD 2031. Infrastruktur pariwisata yang memadai serta kekayaan budaya dan alam dinilai menjadi nilai tambah Bali dibandingkan dengan destinasi lainnya. “Daya tarik Bali luar biasa untuk event internasional,” ujar Koster.
Apabila terpilih sebagai tuan rumah WCD 2031, penyelenggaraan kongres tidak hanya berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi Bali, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan jejaring internasional di bidang kesehatan.
Kehadiran ribuan dokter spesialis, ahli, dan akademisi dari berbagai negara diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan tenaga medis Indonesia sekaligus meningkatkan posisi Bali sebagai destinasi kegiatan ilmiah, medis, dan MICE bertaraf internasional. Dengan pengalaman menyelenggarakan berbagai agenda dunia serta dukungan Pemerintah Provinsi Bali, Koster meyakini Bali memiliki modal kuat untuk bersaing dalam proses bidding WCD 2031.
Sebelumnya, Ketua Umum PERDOSKI Periode 2024–2027, dr. Hanny Nilasari, menyampaikan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan diri mengikuti proses bidding tuan rumah WCD 2031 dengan mengajukan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan. Proses bidding dijadwalkan berlangsung pada 2027 di Meksiko dengan enam negara bersaing menjadi tuan rumah.
WCD merupakan salah satu kongres internasional bergengsi di bidang dermatologi yang mempertemukan dokter spesialis, ahli, dan akademisi dari berbagai negara. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, perkembangan keilmuan, pengalaman klinis, serta penguatan jejaring internasional di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika.
Menurut dr. Hanny Nilasari, apabila Bali terpilih sebagai tuan rumah, WCD 2031 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 12.000 peserta internasional. Jumlah tersebut belum termasuk pendamping peserta sehingga penyelenggaraan kongres berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Bali, terutama terhadap sektor pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).
“Kami mohon dukungan Pak Gubernur agar Bali, Indonesia, bisa menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Ada enam negara yang mengajukan diri. Perkiraannya lebih dari 12 ribu peserta, belum lagi pendampingnya,” ujarnya. (Jus/kb)

















