Syrco Base Hadirkan Menu Andalan dan Terbaik dari Bali di Setiap Sajian

UBUD, Kilasbali.com – Keberadaan Syrco Base, yang didirikan Chef Syrco Bakker, kini menjadi destinasi kuliner inovatif di Ubud dan mulai memperkenalkan evolusi menu terbaru di KU culinary atelier, Syrco Base Restaurant, dan Syrco Base Bar.
Sekaligus menghadirkan menu andalan dan terbaik dari Bali di setiap sajian untuk menciptakan pengalaman kuliner yang berani, beragam, dan mengangkat kekayaan Indonesia sejak pertama kali dibuka pada Januari 2024.
Menu terbaru ini merupakan evolusi dari filosofi yang sejak awal menjadi bagian penting dalam perjalanan Chef Syrco melalui Traceability, Nature, dan Transparency (TNT). Hingga kini terus mendalami nilai-nilai tersebut dengan memberikan perhatian lebih besar kepada produsen independen dan bahan-bahan lokal, sekaligus membuka lebih banyak ruang untuk menceritakan kisah di balik setiap bahan.
Menurut Chef Syrco, menu-menu ini mencerminkan perjalanannya yang terus berkembang dalam menemukan cara untuk mengekspresikan diri melalui makanan, cita rasa, dan keseluruhan pengalaman bersantap. “Ketika pertama kali buka, kami masih mencari cara untuk mengekspresikan Indonesia melalui makanan kami. Kini, kami memahami bahan-bahan yang kami gunakan jauh lebih baik dan pemahaman tersebut mengubah cara kami memasak,” ujar Chef Syrco, Jumat (11/9/2026).
KU culinary atelier dipimpin Chef Syrco bersama Chef Dawid Koszykowsi, merupakan venue unggulan Syrco Base sekaligus ruang bersantap yang menawarkan pengalaman lebih personal dan eksklusif, dengan hanya 12 kursi. Menyajikan menu yang telah berevolusi dan terdiri dari 11 hidangan, yang masing-masing disebut sebagai sebuah “moment”.
Setiap hidangan disiapkan dan ditata di dapur terbuka yang berada tepat di hadapan para tamu. Dengan posisi dapur yang sedikit lebih rendah dari area tempat duduk, sehingga para tamu dapat menyaksikan langsung proses di balik setiap hidangan sekaligus menikmati interaksi yang lebih dekat dengan para chef.
Berasal dari Polandia, Chef Dawid telah bekerja di sejumlah restoran berbintang Michelin sebelum datang ke Bali. Bersama Chef Syrco, ia bekerja erat dengan seluruh tim KU, produsen lokal, serta tim kebun Syrco Base untuk menciptakan menu yang setiap komponennya merefleksikan bahan-bahan terbaik sesuai musim.
Memadukan berbagai bahan yang jarang ditemukan dalam satu sajian, dengan empat hidangan yang menggambarkan luasnya eksplorasi tersebut. Catch of Oka memadukan ikan tangkapan lokal dengan algues dan oyster yang diperoleh langsung dari Oka, seorang nelayan asal Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Setiap pagi, Oka mengirimkan foto hasil tangkapannya dan tim dapur memilih ikan yang akan digunakan berdasarkan hasil tangkapan hari itu. “Oka adalah contoh sempurna dari arti traceability bagi kami. Kami pun mengenalnya, memahami cara ia bekerja, dan menyesuaikan diri dengan apa yang ia tangkap. Hubungan seperti ini jauh lebih menarik dibandingkan menuntut jenis ikan yang sama setiap hari,” kata Chef Syrco.
Shrimp moment hadir dengan marigold, tarragon, dan ayam; sementara Hamachi, ikan amberjack Jepang yang dikenal dengan teksturnya yang kaya dan lembut, dipadukan dengan jambu air dan seledri. Hidangan Land & Garden menyatukan tomat, kopi Kintamani, dan berbagai herba dari kebun.
Sebagai penutup, hidangan pencuci mulut mempertemukan cita rasa klasik Indonesia, klepon dan rujak, dengan kejutan berupa praline sambal matah. Setiap moment menghubungkan warisan kuliner Bali dengan teknik kontemporer.
Di Syrco Base Restaurant, struktur dan fondasi utama tasting menu tersebut tetap terasa familiar bagi para tamu yang pernah berkunjung sebelumnya. Evolusi terbesarnya terletak pada penyempurnaan dalam persiapan, eksekusi, dan cara setiap hidangan diekspresikan.
Beberapa hidangan mengedepankan kesederhanaan dengan intervensi seminimal mungkin, sementara hidangan lainnya membutuhkan teknik yang lebih kompleks. Namun, semuanya dirancang dengan satu tujuan: membiarkan bahan utama menjadi pusat perhatian.
Pengalaman bersantap dimulai dengan tiga hidangan pembuka berukuran kecil: tartelette yang lembut; tartare udang dengan daun shiso dan sambal merah aromatik yang dilapisi aroma serai, daun jeruk purut, dan kecombrang; serta hidangan jagung BBQ yang terinspirasi dari jagung bakar yang kerap dijumpai di sepanjang Pantai Bali, menyeimbangkan rasa manis alami dengan keasaman asam jawa dan sentuhan lembut cabai.
“Setiap bahan dipilih secara cermat bukan hanya berdasarkan kualitasnya, tetapi juga ketertelusurannya, sehingga kami dapat memberikan apresiasi kepada para produsen dan artisan yang memungkinkan setiap hidangan ini tercipta,” jelas Chef Syrco. (Kb/djo)

















