Bascomm Hadirkan Sesi Khusus Ciptakan Peluang Sikapi Pengaruh AI

MANGUPURA, Kilasbali.com – Komunitas profesional perhotelan, yakni Bali Sales & Marketing Community (Bascomm) menghadirkan sesi khusus bertajuk ‘Invisible to AI: Why Your Hotel Doesn’t Exist (Yet). Let’s Fix That’, di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, Rabu (9/9).
Kegiatan untuk menyikapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ini, diikuti kurang lebih 250 profesional pariwisata dan perhotelan, termasuk perwakilan dari hotel, vila, resor, dan penyedia layanan akomodasi.
Ketua Bascomm, Putu Arisudhiana, didampingi oleh Penasihat Bascomm yang juga Managing Director Alpha Hotel Management (AHM), Gufron, CHA., menyampaikan, kegiatan ini untuk menyikapi semakin besarnya pengaruh kecerdasan buatan saat wisatawan mencari destinasi, hotel, dan pengalaman perjalanan di internet.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan sesi khusus bagi industri perhotelan dalam membahas bagaimana hotel dan vila dapat meningkatkan visibilitas mereka di tengah lanskap pariwisata yang semakin didorong oleh teknologi AI.
“AI dengan cepat menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan bagi wisatawan. Pertanyaannya bagi hotel saat ini bukan lagi sekadar apakah mereka memiliki kehadiran digital? tetapi apakah hotel mereka terlihat dan relevan ketika wisatawan meminta rekomendasi kepada AI. Inilah yang dikupas tuntas yang dihadirkan Bascomm dalam sesi kali ini,” jelasnya.
Dijelaskan, sesi ini dirancang khusus bagi para pemimpin hotel dan vila di Bali, profesional sales dan marketing, serta praktisi perhotelan yang ingin memahami bagaimana kecerdasan buatan mengubah cara wisatawan menemukan, mengevaluasi, dan pada akhirnya memilih hotel.
“Dengan semakin banyaknya wisatawan yang mengandalkan platform berbasis AI dan pencarian percakapan (conversational search) untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan, visibilitas di mesin pencari tradisional dan media sosial saja mungkin tidak lagi cukup. Hotel perlu memahami bagaimana merek, konten, reputasi, dan informasi digital mereka diinterpretasikan serta ditampilkan oleh AI,” ungkapnya.
Dikatakan, program ini menghadirkan tiga sesi pembelajaran AI yang mencakup Modul 1–6, serta sesi presentasi dan tanya jawab dari STAAH, salah satu mitra pendukung acara.
Sesi AI, dipandu oleh Danielle Woro Prabandari, Hospitality Marketing Strategist, AI Visibility Consultant, dan Direct Booking Specialist, bersama Vendy Prihayana, Head of Sales Indonesia di STAAH, sebagai salah satu sponsor acara ini.
“Peserta mempelajari berbagai pendekatan praktis untuk meningkatkan kehadiran digital hotel mereka sekaligus memahami bagaimana AI dapat memengaruhi proses penemuan hotel, visibilitas merek, dan peluang peningkatan pemesanan langsung (direct booking),” imbuhnya.
Dia menambahkan, acara ini juga menjadi kesempatan bagi para profesional perhotelan di Bali untuk memperluas jaringan, bertukar pengetahuan, dan memperkuat hubungan antarpelaku industri melalui sesi networking, coffee break, dan makan siang bersama.
“Melalui berbagai kegiatannya, Bascomm berkomitmen untuk menciptakan peluang bagi para profesional perhotelan dalam membangun jaringan, memperoleh pengetahuan praktis, mendapatkan inspirasi, serta tumbuh dan berkembang bersama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Bali Sales & Marketing Community (Bascomm), merupakan komunitas profesional perhotelan yang didedikasikan untuk menghubungkan para profesional sales dan marketing di industri pariwisata dan perhotelan Bali.
Melalui sesi berbagi pengetahuan, workshop, networking, dan kolaborasi industri, Bascomm menyediakan platform bagi para profesional untuk Connect, Learn, and Grow, sekaligus berkontribusi dalam membangun komunitas perhotelan Bali yang lebih kuat dan kolaboratif. (jus/kb)

















