
DENPASAR, Kilasbali.com – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Jalan Nuansa Kori IV, No.8, Denpasar, Bali, saat Kelompok Arisan Keluarga (KAK) Melati merayakan hari jadinya yang ke-16 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026.
Acara yang digelar pada Minggu (6/9) itu mengusung tema “Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Meningkatkan Semangat Kita untuk Menebar Kebaikan dan Menjaga Persaudaraan dalam Keberagaman Umat”.
Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan perayaan keagamaan, tetapi juga kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada belasan anak yatim piatu.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KAK Melati dengan Bolo Bolo Surabaya, sebuah yayasan sosial yang peduli terhadap anak-anak membutuhkan.
Djoko Moeljono, Pembina KAK Melati, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran untuk terus berbagi dan bersyukur atas segala rezeki yang telah diterima.
“Kegiatan ini sebagai bentuk syukur dan berbagi dengan sesama. Karena apa pun yang kita terima itu, sebagian adalah milik orang lain,” ujar Djoko dengan penuh haru.
Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga, terutama di tengah situasi yang serba sulit seperti saat ini.
Mayor Cke I Made Oka Widianta, Danramil 1611-07/Denpasar Barat yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif KAK Melati. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya berbagi dengan sesama.
“Kegiatan ini sangat baik dan menjadi pelajaran bagi saya pribadi. Semoga bisa terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak,” ungkapnya.
Di sela-sela sambutannya, Mayor Oka juga menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, terutama terkait kewaspadaan di musim kemarau.
“Sesudah memasak, jangan lupa matikan kompor. Jangan buang puntung rokok sembarangan, karena banyak benda yang mudah terbakar,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial. “Saring sebelum sharing. Kalau ada kegiatan yang baik seperti ini, sebaiknya diunggah sebagai inspirasi,” pintanya.
Tak lupa, Mayor Oka mengimbau agar seluruh keluarga menjauhi tindak kekerasan dalam rumah tangga. “Jangan main pukul,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator KAK Melati, Lufti Hidayati, mengungkapkan bahwa acara kali ini dihadiri oleh sekitar 200 orang, termasuk undangan dari berbagai lintas agama yang turut memeriahkan suasana.
“Kami bekerja sama dengan Bolo Bolo Surabaya. Anak-anak yayasan datang ke sini untuk berbagi. Ada santunan yang kami berikan kepada mereka,” jelas Lufti.
Ia juga mengaku bersyukur acara berjalan dengan penuh kebahagiaan dan suka cita. “Kami harap ke depan bisa mengulang kembali acara ini, berbagi lebih banyak lagi dengan anak-anak panti asuhan,” harapnya penuh optimisme.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah-tamah yang diwarnai senyuman dan tawa dari seluruh peserta, menandakan bahwa kebaikan dan persaudaraan senantiasa dapat tumbuh di mana pun, kapan pun, dan dalam keberagaman apa pun. (Jus/kb)

















