Seluruh Kepala OPD di Tabanan akan Jalani Diklat Bela Negara Seminggu

TABANAN, Kilasbali.com – Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan seperti kepala dinas atau badan dijadwalkan menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara selama sepekan.
Kegiatan ini yang pelaksanaannya di bawah koordinasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan ini rencananya berlangsung mulai Minggu (6/9) di Rindam IX/Udayana.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila, mengonfirmasi rencana kegiatan yang akan dijalani seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan itu.
Ia menjelaskan, seluruh peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan atau program peningkatan kapasitas fisik dan mental tersebut.
“Selama seminggu kalau tidak salah,” kata Susila saat disinggung mengenai rencana kegiatan tersebut pada Rabu (2/9).
Secara umum ia menjelaskan, program bela negara ini untuk memupuk kebersamaan di antara para pejabat daerah.
Melalui pembekalan ini, kedisiplinan dan kesolidan para aparatur sipil negara diharapkan dapat terbangun secara kokoh.
“Tujuan umum dari kegiatan ini adalah tentu ingin membangun kebersamaan, kekompakan, kesolidan, dan kedisiplinan,” kata Susila.
Lebih lanjut, Susila menyebutkan bahwa pembekalan bela negara ini sangat penting diberikan kepada jajaran aparatur.
Terlebih, saat ini terdapat beberapa figur baru yang menempati posisi pimpinan di struktur perangkat daerah. “Kan ada beberapaja pejabat baru,” imbuhnya.
Pelatihan ini akan diikuti seluruh pejabat struktural di tingkat Eselon II dan III di lingkungan Pemkab Tabanan.
Kendati demikian, keberangkatan para peserta ke lokasi pelatihan tidak dilakukan secara serentak melainkan diatur secara bergelombang. “Semua akan mengikuti, tetapi secara bertahap,” jelasnya.
Kegiatan pelatihan ini akan dipusatkan sepenuhnya di Markas Rindam IX/Udayana. Ia menambahkan, para pejabat sipil tersebut nantinya akan dikirim masuk barak militer serta mendapatkan pemahaman terkait kebijakan strategis nasional.
“Penyelenggaran tentang kebijakan strategis nasional yang perlu dikerjakan di pemerintah daerah,” pungkasnya.
Dalam gelombang pertama, diklat Bela Negara rencananya diikuti seratus orang pejabat struktural. Mereka terdiri dari sebelas pejabat eselon II, 41 pejabat eselon III, serta 48 pejabat eselon IV.
Selama diklat nanti, mereka akan mengikuti kurikulum khusus yang telah disusun bersama pihak Rindam IX/Udayana.
Materi pelatihan meliputi pembekalan nilai bela negara, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, pembinaan mental, hingga latihan fisik dan ketangkasan untuk melatih kekompakan tim.
Tidak hanya itu, para pejabat juga bakal mendapatkan pendidikan militer non-tempur. Seluruh rangkaian latihan ini dirancang untuk diakhiri dengan sesi refleksi guna menguatkan komitmen pengabdian mereka sekembalinya ke instansi masing-masing. (c/kb)

















