Jalur Pendakian Gunung Batukaru Via Pujungan Ditutup Jelang Pujawali

TABANAN, Kilasbali.com – Jalur pendakian menuju Gunung Batukaru melalui Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, bakal ditutup sementara waktu jelang dan selama upacara pujawali.
Keputusan yang ditetapkan desa adat setempat ini untuk mendukung kelancaran ritual keagamaan Dewa Yadnya Ngusabha Nini (Ngushaba Negtegang) Pujawali Purnamaning Sasih Kapat Warsa 2026.
Penutupan akses pendakian dari titik Pura Malen ini akan berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak 5 September hingga 20 September 2026 mendatang.
Keputusan penutupan tersebut disepakati berdasarkan hasil paruman atau rapat bersama antara pengurus adat, tokoh masyarakat, dan krama desa setempat.
Perbekel Desa Pujungan, I Gede Rimayasa, mengonfirmasi bahwa imbauan resmi terkait penutupan sementara ini telah disebarluaskan kepada publik, khususnya komunitas pencinta alam.
Upaya sosialisasi dilakukan jauh-jauh hari agar para pendaki dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.
“Kami pun sudah melayangkan surat imbauan kepada para pendaki gunung Batukaru. Kebijakan ini berlaku mulai 5 Septermber mendatang,” kata Rimayasa pada Selasa (1/9).
Ia memaparkan, selain persiapan karya pujawali, penutupan ini juga dimanfaatkan krama desa untuk membersihkan serta memperbaiki jalan setapak menuju Pura Pucak Kedaton.
Petugas adat juga akan menata kembali area pelinggih di puncak gunung yang dirangkaikan dengan ritual pecaruan serta piodalan di Pura Puncak Kedaton.
Faktor keselamatan dan kelestarian lingkungan juga menjadi pertimbangan krusial pihak desa adat dalam memberlakukan pembatasan aktivitas manusia ini.
Terlebih kondisi cuaca panas ekstrem di musim kemarau dinilai rawan memicu bencana kebakaran hutan di kawasan lindung tersebut.
“Dipuncak Gunung Batukaru dan jalur pendakian pujungan beberapa pohon sudah mulai meranggas. Itu juga yang kami antisipasi agar tidak terjadi kebakaran,” imbuhnya.
Meski jalur ditutup total untuk umum dan wisatawan, pengecualian akses terbatas tetap diberikan bagi kalangan akademisi yang hendak melakukan penelitian ilmiah.
Namun, para peneliti wajib mengantongi izin resmi dari instansi terkait serta tetap berada di bawah pengawasan ketat pihak Desa Adat Pujungan selama berada di kawasan gunung.
Pembatasan akses ke jalur pendakian Gunung Batukaru ini diharapkan bisa memberi rasa khidmat, aman, dan nyaman selama pelaksanaan pujawali.
“Kami berharap semua pihak menghormati keputusan ini dan menghormati kesucian dari upacara,” pungkasnya. (c/kb)

















