Banyak Pelanggan Lama Perumda TAB Manfaatkan Gebyar Sambungan untuk Reaktivasi

TABANAN, Kilasbali.com – Program Gebyar Sambungan yang digelar Perumda Tirta Amerta Buana (TAB) Tabanan mencatatkan tren menarik dengan kembalinya ratusan pelanggan lama yang melakukan reaktivasi atau permohonan sambungan kembali.
Hingga pertengahan masa promo, tercatat sekitar 60 persen dari total 1.300 pemohon sambungan baru merupakan warga yang melakukan reaktivasi layanan air bersih.
Fenomena kembalinya para mantan pelanggan ini terpantau paling masif di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Kediri, Kerambitan, dan Tabanan.
Banyak warga yang sebelumnya memutus layanan kini memilih mendaftar kembali untuk mendapatkan kepastian pasokan air bersih yang lebih berkualitas menjelang puncak musim kemarau.
Kasubag Humas Perumda TAB, I Putu Wahyu Untung Suardana, menjelaskan bahwa penurunan kualitas air pada sumur bor dan sumber swadaya menjadi alasan utama warga beralih kembali ke layanan pemerintah.
Selain faktor alam, peningkatan hunian di kawasan perumahan yang sebelumnya kosong juga turut mendongkrak angka reaktivasi tersebut.
“Sebagian masyarakat memilih kembali menggunakan layanan Perumda TAB karena pasokan lebih terjamin dan kualitas air lebih baik,” ujar Wahyu Untung.
Manajemen Perumda TAB memberikan kemudahan bagi para mantan pelanggan untuk mendapatkan kembali akses air minum dengan skema biaya yang lebih terjangkau.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan momentum diskon pemasangan ini diminta segera mendaftar sebelum periode program berakhir pada 31 Juli mendatang.
Di tengah lonjakan permohonan sambungan, pihaknya juga memastikan ketersediaan pasokan tetap aman meski debit sumber mulai menyusut akibat kemarau.
Perusahaan telah menyusun langkah preventif untuk menjaga tekanan air agar tetap stabil sampai ke rumah-rumah warga.
Salah satu upaya teknis yang intensif dilakukan adalah pengawasan jaringan melalui metode step test secara berkala sebanyak dua kali dalam sepekan.
Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya kebocoran pipa yang dapat mengganggu keberlangsungan distribusi, khususnya di wilayah rawan kekeringan seperti Tabanan bagian barat. (c/kb)

















