Aktivasi IKD di Tabanan Terus Meningkat Tembus 9.528 Orang

TABANAN, Kilasbali.com – Minat warga Kabupaten Tabanan untuk beralih ke Identitas Kependudukan Digital (IKD) menunjukkan tren positif hingga awal Juli 2026.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan mencatat lonjakan partisipasi masyarakat yang kini telah menyentuh angka 9.528 pengguna.
Tingginya jumlah masyarakat yang melakukan aktivasi ini menunjukkan lonjakan cukup drastis dibandingkan periode April 2026 lalu.
Pertumbuhan ini tercatat cukup signifikan dengan adanya penambahan sekitar 2.500 aktivasi baru dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Terintegrasinya IKD dengan berbagai skema layanan publik, seperti penyaluran dana hibah dan bantuan sosial, menjadi daya tarik utama bagi warga untuk segera mendigitalisasi identitas mereka.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Tabanan, I Gede Putu Jata Antara, mengakui bahwa pada masa awal peluncuran, masyarakat cenderung pasif karena belum merasakan kegunaan praktis dari aplikasi tersebut.
Namun, perluasan konektivitas sistem saat ini perlahan mulai mengubah kesadaran masyarakat.
“Dulu masyarakat belum melihat manfaat IKD karena konektivitasnya masih terbatas. Sekarang sudah mulai terintegrasi, sehingga diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengaktifkan IKD semakin meningkat,” ujar Jata Antara pada Jumat (10/7).
Meski grafik terus menanjak, otoritas terkait belum mewajibkan penggunaan IKD bagi seluruh penduduk mengingat adanya kesenjangan kepemilikan perangkat telepon pintar di masyarakat.
Saat ini, pemerintah fokus mengejar target nasional sebesar 20 persen aktivasi dari total 383 ribu jiwa penduduk Tabanan yang telah memiliki e-KTP.
Untuk mempercepat capaian tersebut, Disdukcapil aktif menggelar program jemput bola melalui kegiatan Bungan Desa hingga mendatangi pusat aktivitas masyarakat.
Strategi ini dilakukan untuk memangkas hambatan jarak bagi warga di pelosok yang ingin mendapatkan pendampingan teknis saat proses aktivasi.
Jata menjelaskan bahwa masyarakat cukup membawa KTP fisik untuk mendapatkan layanan ini.
Petugas di lapangan telah disiagakan dengan peralatan lengkap guna memastikan proses input data berjalan lancar tanpa kendala teknis.
“Kami petugas membawa laptop yang sudah berisi aplikasi, tinggal masukkan data dengan didukung sinyal wifi yang kuat,” jelasnya.
Pihak dinas menyadari bahwa persentase capaian IKD akan terus bergerak dinamis setiap tahunnya seiring bertambahnya jumlah penduduk yang baru memasuki usia wajib KTP.
Oleh karena itu, edukasi mengenai manfaat jangka panjang identitas digital akan terus diperkuat agar cakupan layanan semakin merata.
“Persentase bisa fluktuatif karena ada penambahan wajib KTP baru. Tapi kami tetap optimalkan pelayanan agar semakin banyak masyarakat memahami manfaat IKD dan bersedia melakukan aktivasi,” pungkasnya. (c/kb)

















