
TABANAN, Kilasbali.com – Sebuah truk tronton bermuatan puluhan ton semen mengalami kecelakaan tunggal di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, Kerambitan, pada Rabu (10/6).
Insiden ini dipicu oleh kondisi rem angin kendaraan yang habis sehingga pengemudi kehilangan kendali saat melintasi jalan turunan landai.
Kecelakaan menimpa truk Hino Tronton bernopol N 9088 UN yang dikemudikan oleh Ahmad Hoiri (43) asal Banyuwangi.
Peristiwa ini terjadi di Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, tepatnya di sebelah barat Jembatan Yeh Nu sekitar pukul 11.00 Wita.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, kendaraan tersebut melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.
Truk tersebut diketahui tengah mengangkut logistik bangunan dalam jumlah besar. “Dengan membawa muatan semen kurang lebih 35 ton,” ujar Wiwik.
Memasuki TKP yang berupa turunan, sistem pengereman pada truk itu dilaporkan tidak berfungsi optimal.
Hal ini membuat truk melaju tanpa kendali hingga pengemudi tidak mampu mengarahkan kendaraan dengan stabil. “Rem anginnya habis,” jelas Wiwik.
Laju kendaraan yang oleng akhirnya terhenti setelah truk menghantam pohon dan tiang listrik di bahu jalan sebelah utara.
Meski bagian depan truk mengalami kerusakan, Ahmad Hoiri beserta kernetnya dilaporkan dalam keadaan selamat.
Dampak dari tabrakan tersebut, tiang listrik dan tiang penyedia jaringan internet roboh hingga kabel melintang di tengah jalan.
Kondisi ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional tersebut tersendat selama proses evakuasi dan pembersihan material.
Pihak kepolisian menaksir insiden ini menyebabkan kerugian finansial yang cukup besar akibat kerusakan sarana publik dan kendaraan. “Kerugian kurang lebih Rp 25 juta,” pungkasnya. (c/kb)

















