Pencuri Gasak 30 Burung di Tabanan, Korban Rugi Rp 500 Juta

TABANAN, Kilasbali.com – Aksi pencurian burung hias bernilai tinggi menyasar sebuah penangkaran di Banjar Abianlalang, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, Selasa (12/5) pagi.
Sebanyak 30 ekor burung koleksi raib digasak maling dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Informasinya, pemilik penangkaran, Ida Bagus Kade Arsa Budi Wiguna, baru menyadari peristiwa tersebut sekitar pukul 06.30 Wita saat hendak memberi pakan rutin.
Ia terkejut mendapati sejumlah pintu kandang di area tengah rumahnya sudah dalam kondisi terbuka tanpa ada burung di dalamnya.
Setelah diperiksa lebih lanjut, pelaku ternyata membobol 20 kandang yang tersebar di tiga titik lokasi, mulai dari halaman depan, tengah, hingga belakang rumah.
Korban yang sudah merintis usaha penangkaran sejak 2015 itu mendapati koleksi unggulannya telah hilang.
“Korban langsung panik karena banyak burung tidak ada di dalam sangkar dan pintu kandang terbuka,” ungkap sumber di kepolisian.
Adapun jenis burung yang dibawa kabur pelaku meliputi berbagai jenis dengan nilai jual yang tinggi.
Koleksi tersebut terdiri dari murai batu berbagai jenis, murai panda, jalak Bali, golden shama, hingga hwamei.
Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Made Teddy Satria Permana, mengonfirmasi adanya laporan mengenai pencurian burung hias itu.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga beraksi saat malam hari.
“Pelaku masih lidik. Pencuri masuk diprediksi saat malam hari ketika pemilik sudah istirahat,” ujar Teddy pada Kamis (14/5).
Polisi mencatat total kehilangan mencapai puluhan ekor dengan nilai kerugian materi yang cukup tinggi.
Saat ini, petugas masih mengumpulkan bukti-bukti tambahan di lapangan untuk mempercepat proses pengungkapan kasus.
“Total burung yang hilang sebanyak 30 ekor dengan kerugian sekitar lebih dari Rp 500 juta,” imbuh Teddy. (c/kb)

















