Perisai Diri Bangkit Satukan Langkah Merajut Prestasi

SURABAYA, Kilasbali.com – Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), bertema ‘Kelatnas Indonesia Perisai Diri 2026: Kebangkitan – Menyatukan Langkah, Merajut Prestasi’, di Auditorium FIKK Universitas Negeri Surabaya, 4 – 5 April 2026.
Ketua Umum Pengurus Pusat, Dwi Soetjipto, yang membuka Mukernas ini menekankan pentingnya soliditas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman serta meningkatkan kualitas pembinaan. Menurutnya, Mukernas kali ini menjadi titik tolak kebangkitan Perisai Diri sebagai organisasi bela diri yang tidak hanya menjaga nilai-nilai luhur, tetapi juga mampu beradaptasi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dia menegaskan bahwa kebangkitan Perisai Diri harus dimaknai sebagai gerakan bersama seluruh anggota untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat persatuan, serta membangun prestasi yang membanggakan. “Mukernas ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan visi dan langkah seluruh keluarga besar Perisai Diri dalam merajut prestasi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam forum Mukernas ini, berbagai agenda strategis dibahas, antara lain penguatan sistem organisasi, peningkatan kualitas kepelatihan, pembinaan atlet berprestasi, serta pengembangan Perisai Diri berbasis digital dan penguatan citra di masyarakat. Dengan semangat kebangkitan yang digaungkan dalam Mukernas 2026, Perisai Diri diharapkan mampu tampil sebagai organisasi bela diri yang modern, profesional, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa.
Ditemui di sela Mukernas, Dwi Soetjipto mengungkapkan, tema yang diambil tersebut merupakan hasil dari identifikasi serta pengamatan beberapa tahun kebelakang, terkait kelemahan dan kekuatan Perisai Diri. “Sehingga kami mengambil tema kebangkitan Perisai Diri, menyatukan langkah, dan merajut prestasi,” ungkapnya didampingi Yamadhiputra.
Pihaknya juga menyampaikan program ke depan. Diantaranya mengaktifkan seluruh jejaring mulai dari tingkat atas para pendekar, pembantu pendekar, pembantu pelatih, seluruh atlet untuk kembali ke jati diri Perisai Diri. “Dari sisi teknis, bagaimana kita merevitalisasi dan mengimplementasi teknik-teknik itu sendiri dalam berbagai kegiatan pertandingan yang diikuti, sehingga kita bisa meraih prestasi ke depan,” katanya.
Dwi Soetjipto juga membeberkan kontribusi Perisai Diri untuk kebutuhan atlet – atlet nasional yang bertanding ke luar negeri. “Beberapa event internasional, di sana ada beberapa partai yang diisi atlet-atlet dari Perisai Diri. Termasuk dari wasit juri, kami menempatkan beberapa orang yang sudah mendapatkan kepercayaan dari IPSI, mewakili dalam pertandingan nasional maupun internasional,” bebernya. (jus/kb)

















