
GIANYAR, Kilasbali.com – Generasi muda wajib menjalani kehidupan secara nyata dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta saat sosialisasi empat Pilar MPR RI sekaligus sosialisasi anti narkoba di hadapan ratusan pemuda di Wantilan Pura Dalem Sukawati, Gianyar, Bali, Senin ( 16/2).
Disebutkan juga, seseorang yang pernah menggunakan narkoba kerap disebut “pulih”, bukan benar-benar sembuh, sehingga pencegahan jauh lebih penting.
Tokoh asal Desa Guwang itu juga membagikan perjalanan hidupnya hingga duduk di Senayan. Ia mengaku bukan berasal dari keluarga pejabat maupun orang kaya, namun mampu meraih posisi sebagai wakil rakyat melalui konsistensi terhadap pilihan dan prinsip hidup.
Ia juga menyoroti tantangan bangsa saat ini, termasuk upaya pelemahan budaya dan generasi muda. Bertepatan dengan Bulan Bahasa Bali, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggunakan Bahasa Bali dalam berbagai momentum karena memiliki nilai “taksu” atau kekuatan spiritual dan identitas budaya.
“Kita harus ajeg menjaga budaya dan bahasa sebagai jati diri, seiring memperkuat pemahaman Empat Pilar Kebangsaan,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab, serta diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan ketahanan generasi muda Sukawati terhadap pengaruh negatif di tengah dinamika zaman.
Kepala Desa Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra, mengapresiasi kegiatan yang rutin dilaksanakan di Provinsi Bali ini. Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar sangat bermanfaat bagi generasi muda sebagai bekal memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus peran dan tugas DPR RI dalam mewakili aspirasi masyarakat di tingkat nasional.
Pemuda sebagai agen perubahan dan tulang punggung bangsa harus memahami Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan seperti ini penting untuk terus dilanjutkan hingga ke masing-masing desa dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya. (ina/kb)

















