
DENPASAR, Kilasbali.com – Pemerintah Provinsi menetapkan Status Siaga Bencana Cuaca Ekstrem di Provinsi Bali, sejak 12 Desember 2025 – 28 Februari 2026.
Selain itu, guna meringankan beban warga terdampak, Gubernur Bali Wayan Koster melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengirimkan bantuan logistik ke kabupaten.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengungkapkan, sebelumnya bantuan logistik telah dikirim ke Tabanan, Jembrana, hingga Buleleng.
“Saat ini mengirim bantuan logistik ke Karangasem. Bantuan ini sesuai kebutuhan,” ungkapnya di Denpasar, Kamis (22/1).
Bantuan logistik ini mulai dari paket sembako, sandang, kebersihan keluarga, terpal, kompor, serta lainnya.
“Kami sudah siapkan bantuan sebelum musim hujan. Saat penetapan status siaga, kami mendirikan Posko Siaga Bencana Cuaca Ekstrem Provinsi Bali di Kantor BPBD Bali,” tegas pria asal Tabanan.
Saat status siaga ini, pihaknya menambahkan anggaran senilai Rp 1 miliar. “Bukan dari Belanja Tidak Terduga (BTT), tapi kami ambil dari pergeseran anggaran di BPBD Bali yang sebelumnya belum terealisasi,” tuturnya.
Pihaknya juga menyinggung terkait penyebab banjir. Salah satunya karena pendangkalan dan penyempitan drainase.
“Bisa sedimentasi, bisa juga sampah. Selain itu drainase tidak konek. Putus ujungnya, antar perumahan tidak konek, kecil saluran drainase, makanya kalau hujan airnya meluap menggenangi jalan,” bebernya.
Pihaknya juga mengajak, dalam status kondisi darurat semua pihak gotong royong. “Tapi yang lebih bagus melakukan mitigasi, mencegah bersama-sama untuk mengurangi risiko. Banjir mungkin saja terjadi tapi bisa diperkecil,” ujarnya.
Teja juga menambahkan, saat musim hujan langkah yang dilakukan dalam jangka melakukan mitigasi bencana dan menjaga kebersihan.
“Untuk jangka panjang, rehabilitasi jalan jangan ditumpuk aspalnya, karena rumah penduduk jadi lebih rendah dari jalan, sehingga saat ada hujan lebat, rumahnya jadi tergenang air,” pungkasnya. (Jus/kb)

















