Pure BASÈ Sajikan Cita Rasa Bali Tonjolkan Kolaborasi dan Keahlian Lokal

GIANYAR, Kilasbali.com – Syrco BASÈ, salah satu destinasi kuliner terkemuka di Bali, tepatnya di Jalan Sri Wedari 72, Ubud, Kabupaten Gianyar, berfokus pada konsep conscious dining, memperkenalkan Pure BASÈ dan dirancang agar dapat dinikmati secara individual maupun bersama, yang menghadirkan cita rasa Bali melalui sajian yang menonjolkan kolaborasi dan keahlian lokal.
Pekan lalu memperkenalkan menu baru lima hidangan yang menghadirkan pengalaman fine dining Ubud menjadi lebih dekat untuk semua orang — lebih mudah dijangkau dan inklusif, namun tetap setia pada tiga pilar utama restoran yaitu, Traceability, Nature, dan Transparency.
Dibanderol dengan harga relatif sangat terjangkau, menu ini merayakan hasil bumi, manusia, dan lanskap Indonesia melalui pengalaman bersantap yang elegan dan berkualitas, namun membumi.
Seiring kesuksesan Chef Syrco Bakker, yang baru saja menerima penghargaan Two Knives (World-Class) di ajang “The Best Chef Awards 2025″ di Milan, dan menempatkannya di antara 236 chef terkemuka dunia yang diakui atas kreativitas, keahlian, dan pengaruhnya di panggung kuliner global.
“Menerima penghargaan ini bersama para rekan yang saya hormati adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Pengakuan ini memperkuat tujuan kami di Bali, untuk menciptakan hidangan yang bermakna namun tetap mudah dijangkau, dan menunjukkan bahwa keunggulan serta kesederhanaan dapat berjalan beriringan, ketika kita menghormati manusia dan hasil bumi Indonesia,” ujar Chef Syrco Bakker.
Para tamu dapat memulai perjalanan mereka di taman restoran, mempelajari bagaimana bahan-bahan ditanam, kemudian melanjutkan ke Aging Room, tempat para produsen lokal dan karya mereka ditampilkan, memberikan pandangan transparan terhadap filosofi sumber bahan di Syrco BASÈ.
Menu ini menghadirkan kreasi seperti, Savoy Cabbage dengan green chili koshi dan jeruk nipis, Tomato dengan almond dan rempah taman, Duck Betutu dengan taro rosti dan daun kucai, serta Nasi Ulam, hidangan nasi harum yang merupakan penghormatan terhadap warisan kuliner Indonesia. Kreasi lainnya, Sepia dengan black garlic dan lemon kosho, serta Hamachi dengan semangka dan kelapa, mencerminkan hubungan mendalam restoran ini dengan para petani, nelayan, dan pengrajin lokal.
Pengalaman bersantap ditutup dengan manis melalui Kolak, interpretasi modern dari hidangan kelapa dan pisang khas Indonesia yang dicintai, atau Milk Chocolate dengan mulberry dan karamel.
“Setelah lebih dari satu setengah tahun proses belajar dan penyempurnaan, kami ingin menjadikan Syrco BASÈ lebih mudah dijangkau oleh khalayak yang lebih luas tanpa kehilangan integritas dari nilai-nilai yang kami junjung,” jelas Chef Syrco, seraya menuturkan, Pure BASÈ adalah tentang menetapkan standar baru untuk fine dining — jujur, inklusif, dan memiliki keterikatan yang mendalam dengan tanah, serta budaya yang menginspirasinya.
Penghargaan yang diterima “The Best Chef Awards” semakin memperkuat visi tentang koneksi dan keunggulan yang diusung Syrco BASÈ. Diselenggarakan di Milan, edisi tahun 2025 ini menghadirkan para chef dan pemimpin industri kuliner dari 69 negara, sekaligus merayakan kreativitas dan inovasi melalui Knife Recognition System yang inklusif.
Penghargaan Two Knives (World-Class) diberikan kepada para chef yang keahlian dan pengaruhnya merepresentasikan standar keunggulan global—mengukuhkan kontribusi berkelanjutan Chef Syrco terhadap lanskap kuliner Indonesia yang terus berkembang.
Untuk merayakan para pionir yang membentuk masa depan gastronomi, Pure BASÈ mewujudkan semangat progresif yang sama di Indonesia, dengan mengedepankan aksesibilitas, kolaborasi, dan kesadaran melalui sajian yang menceritakan kisah tentang tempat, manusia, dan makna di baliknya. (Kb/djo)

















