
TABANAN, Kilasbali.com – Ibu dan satu orang anak laki-lakinya yang tersesat dalam pendakian di Gunung Batukaru akhirnya ditemukan pada Senin (7/7) malam.
Ibu dan anak laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 19.30 Wita setelah tim gabungan melakukan pencarian sejak pagi di hari yang sama.
Ibu dan anak laki-laki bernama Astuti (40) dan anaknya Resta (19) dari Kabupaten Badung itu kemudian dievakuasi pada Selasa (8/7) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.
Kapolsek Pupuan, AKP I Nengah Simpen, mengonfirmasi hasil pencarian terhadap ibu dan anak laki-lakinya yang terpisah dari rombongan dan akhirnya tersesat tersebut.
“Sudah ditemukan. Proses evakuasinya dilaksanakan bersama tim gabungan,” jelas Simpen saat dikonfirmasi.
Proses evakuasi itu berakhir di Pura Siwa di Desa Pujungan. Simpen juga menyebutkan, kondisi ibu dan anak tersebut dalam keadaan baik.
“Keduanya dalam keadaan sehat. Mereka juga bisa kami ajak berkomunikai dengan baik,” imbuhnya.
Simpen juga menjelaskan, ibu dan anak itu tersesat lantaran tidak ingat dengan rute yang dilalui saat mereka memutuskan untuk turun gunung lebih awal.
“Mereka tidak ingat jalan balik saat pulang,” kata mantan Kasat Intelkam Polres Buleleng ini.
Dengan adanya peristiwa ini, Simpen mewakili Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan atau Forkompincam mengibau kepada para pendaki untuk lebih hati-hati dan waspada.
“Terlebih dalam situasi atau kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini,” ujar Simpen.
Imbauan juga disampaikan kepada pengelola atau warga sekitar agar mengingatkan para calon pendaki mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pendakian.
“Bila perlu memasang tanda-tanda atau rute yang boleh dilalui pendaki,” pungkas Simpen seraya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. (c/kb).

















