Catat, Parade Gebogan di Ulundanu Beratan Digelar pada Juli-Agustus 2025

TABANAN, Kilasbali.com – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Ulundanu Beratan memastikan paradeg gebogan akan mewarnai musim libur panjang di pertengahan tahun ini.
Rencananya, parade yang akan menginjak keempat kalinya itu akan berlangsung pada Juli-Agustus 2025 mendatang.
“Juli 2025 kami akan laksanakan parade gebogan sampai Agustus 2025. Tapi tanggal pastinya masih cari hari baik,” jelas Humas DTW Ulundanu Beratan, I Made Sukarata, Minggu (1/6).
Kendati jadwal pastinya masih difinalisasikan, pihak manajemen sudah berkomunikasi dengan masing-masing desa adat yang tergabung dalam Gebog Satakan untuk mempersiapkan diri.
“Sudah kami sampaikan (ke Gebog Satakan) untuk mempersiapkan peserta parade dan sanggar-sanggar tarinya,” katanya.
Sama seperti pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, parade gebogan akan digelar sepanjang hari selama Juli hingga Agustus 2025.
Parade itu akan digelar siang hari dengan tempat yang bergiliran. Di luar weekend, parade akan digelar di Ulundanu Beratan.
Sedangkan saat weekend, Sabtu dan Minggu, parade akan digelar di The Blooms Garden yang masih berada dalam satu bendera pengelolaan dengan DTW Uludanu Beratan.
“Kami sesuaikan dengan jumlah kunjungan per hari. Kalau di The Blooms, kebetulan weekend seperti Sabtu dan Minggu paling ramai,” ungkap Sukarata.
Bahkan menurutnya, bila nantinya pada bulan ini ada lonjakan pengunjung, pihaknya tidak menutup kemungkinan menyuguhkan pentas Kecak dan Barong.
Kebetulan, manajemen DTW Ulundanu Beratan sudah memiliki sanggar seni sendiri untuk mementaskan pertunjukan tersebut.
Sama seperti parade gebogan, pentas Kecak dan Barong itu bisa digelar secara bergantian di Ulundanu Beratan dan The Blooms Garden.
Yang pasti, sambung Sukarata, parade gebogan ini diharapkan bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung saat berlibur nanti.
Menurutnya, saat ini jumlah kunjungan rata-rata di Ulundanu Beratan berkisar di angka 1.700 per hari.
Bahkan di libur panjang pekan ini, saat libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Isa Almasih sejak Kamis (29/5), jumlah kunjungan sempat menyentuh 1.800 orang per hari.
“Dua hari kemarin, Jumat (30/5), sampai seribu delapan ratusan. Mudah-mudahan ini juga akan sama saat libur panjang Iduladha di minggu selanjutnya,” imbuhnya.
Dari rentang kunjungan tersebut, ia menyebut dominasi antara wisatawan domestik dan asing berimbang.
Untuk wisatawan asing dominan berasal dari India, sedikit Tiongkok, disusul kemudian dengan Eropa, dan yang paling sedikit Australia.
Sementara untuk domestik, dominan berasal dari Provinsi Jawa Timur. “Perbandingan antara asing dan domestik sekarang ini sama. Lima puluh persen dan lima puluh persen,” sebutnya.
Pihaknya memperkirakan, jumlah kunjungan rata-rata harian ini akan terus meningkat seiring masa libur panjang pertengahan tahun ini.
Sebab, beberapa rombongan wisata sudah ada yang melakukan booking tiket sejak saat sekarang. Khususnya, rombongan siswa dari Provinsi Jawa Timur.
“Kalau Jakarta, Jawa Tengah, atau Yogyakarta biasanya (booking) H-3 saat mereka mulai melakukan perjalanan ke Bali,” bebernya.
Terkecuali untuk Provinsi Jawa Barat, menurutnya, kunjungan dalam bentuk rombongan tidak ada sama sekali.
Kondisi itu dimungkinkan karena pemerintah daerah setempat melarang kegiatan study tour bagi kalangan siswa. “Kalau Jawa Barat tidak ada sama sekali,” pungkasnya. (c/kb)

















