Dinas P2KB Tabanan Perluas Jangkauan Program KB Bergerak

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Tabanan akan memperluas wilayah jangkauan Program KB Bergerak di tahun ini. Bahkan, program ini akan diprioritaskan pada wilayah terpencil.
Dari sisi intensitasnya, Dinas P2KB juga menargetkan penyelenggaraan layanan sebanyak sepuluh kali dalam setahun di lokasi yang berbeda dengan fokus wilayah yang tingkat partisipasi KB yang masih rendah.
Kepala Dinas P2KB Tabanan, Ni Wayan Mariati, mengungkapkan bahwa cakupan KB di Tabanan saat ini sudah relatif tinggi. Hampir 67 persen pasangan usia subur (PUS) menggunakan alat kontrasepsi.
Khusus dalam program di tahun ini, faktor geografis diakuinya menjadi tantangan tersendiri. Khususnya untuk wilayah dengan akses pusat pelayanan kesehatan terbatas seperti Kecamatan Pupuan.
“Selain Pupuan, kami juga akan menyasar Kecamatan Penebel bagian barat dan Baturiti. Lokasi akan terus dievaluasi berdasarkan data di lapangan dan antusiasme masyarakat,” ujar Mariati di sela pencanangan layanan KB Bergerak di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Rabu (26/2).
Dari sisi angka kelahiran, Tabanan mencatat tingkat fertilitas yang relatif rendah. Rata-rata, setiap seratus pasangan usia subur memiliki dua anak, dengan total fertility rate (TFR) mencapai 1,8 persen.
Meski demikian, Dinas P2KB tetap berkomitmen memberikan pelayanan KB yang maksimal, terutama bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
Jenis pelayanan yang ditawarkan dalam program KB bergerak ini mencakup metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD dan implan. Selain itu, juga tersedia layanan suntik, pil, dan kondom.
Sementara untuk metode vasektomi dan tubektomi, peserta yang berminat akan diarahkan ke rumah sakit negeri maupun swasta yang telah bekerja sama untuk memberikan layanan gratis.
“Kami sudah berkoordinasi dengan semua rumah sakit untuk memfasilitasi peserta yang ingin melakukan vasektomi dan tubektomi. Saat ini, ada dua target vasektomi yang dipasang per semester, meskipun akseptornya masih terbatas,” tambah Mariati.
Dengan adanya program KB bergerak ini, Dinas P2KB berharap dapat mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil, sehingga cakupan KB di Tabanan semakin merata. (c/kb)

















