Desa Adat Intaran Sanur Pasang 109 Tiang Bersama Tata Kabel Semrawut

DENPASAR, Kilasbali.com – Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar, Bali melakukan penataan kabel semrawut dengan pemasangan tiang bersama sebanyak 109 tiang. Peresmian pemasangan tiang bersama ini ditandai dengan simulasi pemotongan kabel di Wantilan Desa Adat Intaran, Rabu (13/11).
Penataan ini berdasarkan Permenkominfo No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, Perarem Desa Adat Intaran Nomor: 001/Perarem-Intaran/IX/2024 tentang Pengelolaan Infrastruktur Pasif Jaringan Komunikasi, serta Petunjuk Teknis Terhadap Rencana Pembangunan Tiang Bersama oleh Perumda Bhukti Praja Sewaka Dharma Kota Denpasar.
Tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Bali, Anak Agung Gede Agung Suyoga menyampaikan, tiang bersama ini merupakan inisiasi untuk menyikapi keresahan masyarakat. Tak hanya di masyarakat, namun pemerintah juga memiliki keresahan yang sama. “Tahun ini Pemerintah Kota Denpasar juga sudah menyiapkan skema untuk jaringan ini, yakni Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) untuk dating cable dan ditanam,” ujarnya.
Pihaknya pun menilai tiang bersama ini merupakan gayung bersambut. Desa Adat Intaran tergerak untuk mendukung SJUT ini. “Tentunya tiang bersama ini sangat saya apresiasi, sehingga ketika akan dilakukan dating cable oleh pemerintah, maka semuanya sudah beres, tinggal menurunkan saja,” tegasnya.
Ketua Baga Utsaha Padruewen Desa Adat Intaran, AA Ketut Gde Aryateja menyampaikan, tiang bersama ini karena menyikapi kendala, khususnya saat tradisi budaya banyak yang tersangkut kabel. Pihaknya juga bekerjasama dengan Perumda yang mengelola jaringan sistem terpadu. “Kami melakukan dengan tiang bersama,” katanya di sela peresmian pemasangan tiang bersama, Rabu (13/11).
Investasi tiang bersama ini, satu tiang dengan ketinggian 9 meter, dan tertanam 1,5 meter, sehingga ketinggian kabel 7,5 meter. “Kami juga sudah bekerjasama dengan PLN, salah satunya kabel di Pura Agung ketinggian sudah naik,” tuturnya.
Lanjutnya, satu titik hanya akan ada satu tiang. Sisanya bakal dicabut, sehingga terlihat lebih rapi. “Jumlah tiang yang kami investasikan untuk tahap pertama sebanyak 109 tiang,” sebutnya.
Jro Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana menyampaikan apresiasi atas yang dilakukan Baga Utsaha Padruewen Desa. “Ini adalah tonggak awal membangun daerah untuk lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, kabel semrawut kecil-kecil dan rendah, dan dikeluhkan masyarakat. Untuk itu, jika sudah ditata, maka akan lebih bersih. “Saat ngaben, bade harus lebih rendah dari kabel. Tradisi budaya yang dilakukan bertahun-tahun harus mengalah,” katanya.
Penataan ini terbagi menjadi empat segmen. Segmen pertama meliputi JIn Intaran, JIn Danau Tondano, JIn Batur Sari, Jln Mukti Sari, JIn Tirtanadi. Segmen kedua meliputi JIn Danau Buyan, Perempatan Br Taman. Segmen ketiga meliputi Jln Danau Buyan, JIn Danau Toba, JIn DAnau Tamblingan, Perempatan Br Semawang, dan segmen keempat meliputi JIn Danau Poso. (jus/kb)

















