Jaya Negara dan Arya Wibawa Ngaturang Bhakti di Pujawali Pura Sakenan

DENPASAR, Kilasbali.com – Saniscara Kliwon Kuningan atau Hari Kuningan merupakan hari Pujawali di Pura Sakenan, Kelurahan Serangan, Kota Denpasar.
Serangkaian Pujawali di Pura Sakenan yang jatuh pada Sabtu (20/11/2021) Umat Hindu melaksanakan persembahyangan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat diawasi oleh pecalang.
Rangkaian Pujawali diawali dengan sesolahan Tari Rejang Renteng, Tari Baris Tombak, Topeng Penasar serta Topeng Sidhakarya dan diakhiri persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Sari Arimbawa dari Griya Tegal.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut yakni Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Sagung Antari Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Ayu Kristi Arya Wibawa serta Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana didampingi Ida Ayu Widnyani Wiradana.
Ikut hadir juga Kabag Kesra Made Raka Purwantara, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai, Camat Denpasar Selatan Wayan Buda serta OPD terkait lainnya
Walikota Jaya Negara mengatakan Pujawali ini dilaksanakan sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk menciptakan kerahayuan jagat.
Ia mengimbau kepada umat Hindu yang hendak bersembahyang untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam melaksanakan dikarenakan masih dalam situasi pandemi Covid-19.
“Pelaksanaan persembahyangan kali ini tentu sedikit berbeda dibanding sebelumnya. Hal ini mengingat piodalan di Pura Sakenan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna dalam prosesi upacara,” ujarnya.
Panglingsir Puri Kesiman sekaligus Prawartaka Karya, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana mengatakan Pujawali di Pura Sakenan kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni pemedek wajib menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengutamakan prilaku hidup bersih dan sehat, serta menyarankan bagi pemedek dengan gejala klinis untuk beristirahat di rumah.
Kendati menerapkan protokol kesehatan, Pujawali dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna yang terkandung dalam upacara.
“Secara tatwa pelaksanaan upakara tetap sama, hanya saja tata pelaksanaanya menggunakan protokol kesehatan mengingat saat ini masih di masa penanganan pandemi Covid-19. Upacara Mesineb dilaksanakan besok Minggu 21 November 2021,” ucapnya.(kb/rls)

















