
GIANYAR, Kilasbali.com – Sempat mereda dua hari pascaterjangan hujan angin ekstrem, namun kabel listrik dan fiber optik yang putus, kendur, hingga melintang masih menjadi keluhan warga.
Terlebih sejumlah kabel masih tersambung aliran listrik, sehingga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem.
Seperti yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Gianyar dalam tiga hari terakhir, pengaduan kabel kendor tertimpa pohon, putus dan melintang kembali mendominasi kejadian yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar.
Namun, penanganannya tidak selalu bisa dilakukan secara cepat karena harus berkoordinasi dengan instansi maupun perusahaan pemilik jaringan.
Pantauan pada Rabu ( 4/11) pagi, kabel tertipa rumpun bambu merendah di jalan Suweta Ubudn menuju kelabang Modingi. Sebelumnya, laporan yang sama juga disampaikan di Bresela, Payangan.
I Made Suwirta (51), seorang sopir armada pariwisata, mengungkapkan dalam sepekan terakhir dirinya kerap terjebak kemacetan akibat kabel yang melintang di jalan. Ia menilai penanganan terhadap kabel bermasalah masih lambat. Bahkan, ada kabel yang menjuntai rendah hingga berhari-hari tanpa penanganan.
“Kalau kabel listrik agak cepat penanganannya. Namun, kalau kabel optik tidak ada pihak yang menangani. Malah warga yang kerap memotongnya,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak kabel optik milik sejumlah provider yang dibiarkan terbengkalai, bahkan diduga sudah tidak berfungsi. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan sehingga perlu mendapat perhatian dan penertiban.
“Kabel optik milik provider tertentu kebanyakan diterlantarkan, seakan tidak bertuan. Banyak juga yang sudah tidak berfungsi. Kami harap ada penertiban terkait kabel ini,” harapnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Rukmi Utami membenarkan adanya sejumlah laporan kabel putus dan melintang selama musim hujan.
Pihaknya mengaku telah berupaya melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan.
Namun, BPBD tidak bisa menangani seluruh kejadian tersebut secara langsung karena kewenangan perbaikan jaringan berada pada masing-masing pemilik atau pengelola kabel.
“Jika kabel listrik, kami akan berkoordinasi dengan pihak PLN. Namun, untuk kabel optik kami sedikit kesulitan karena providernya cukup banyak dan kami sulit berkoordinasi. Karena itu, kami kerap melakukan tindakan mendahului demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” terangnya. (Ina/kb)

















