Disdukcapil Jamin Stok Blangko E-KTP Tabanan Aman Meski Kebutuhannya Tinggi

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan menjamin ketersediaan kepingan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) berada dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun angka permohonan dari warga lokal menembus ribuan lembar setiap tiga pekan.
Masyarakat diimbau tidak perlu cemas akan risiko kehabisan pasokan saat mengurus dokumen kependudukan.
Kepastian berjalannya pelayanan administrasi kependudukan tersebut dijaga melalui mekanisme antisipasi pemesanan secara berkala.
Pihak Disdukcapil Tabanan secara rutin mengajukan tambahan alokasi ke Pemerintah Provinsi Bali sebelum ketersediaan fisik di gudang penyimpanan habis terpakai.
Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Tabanan, I Gede Putu Jata Antara, menegaskan bahwa skema pengadaan proaktif tersebut berhasil membendung kendala kelangkaan blangko di tengah tingginya pemohonan harian warga.
“Antisipasi kami biasanya akan pesan seminggu sebelum stok blangko kosong ke Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Jata pada Rabu (21/10).
Jata mengungkapkan, laju penyerapan material E-KTP di Tabanan tergolong sangat cepat hingga menghabiskan sekitar 2.500 lembar blangko dalam durasi tiga minggu.
Tingginya ritme cetak tersebut dipicu oleh gelombang perekaman pemilih pemula yang baru menginjak usia 17 tahun, kepindahan domisili warga, hingga permohonan penggantian kartu yang rusak atau hilang.
Pelayanan perekaman dan pencetakan fisik KTP saat ini dibuka secara tersebar di Kantor Disdukcapil Tabanan serta 10 kantor camat se-Kabupaten Tabanan dengan rata-rata pemohon mencapai ratusan orang per hari.
“Rata-rata 100-120 orang yang mengurus E-KTP. Maka kami harus siapkan kebutuhan blangko sebanyak itu,” terangnya.
Berdasarkan pemutakhiran data kependudukan terkini, Disdukcapil Tabanan berhasil mencatatkan cakupan kepemilikan identitas sipil yang sangat tinggi.
Dari total kuota 388.773 jiwa penduduk Tabanan, sebanyak 385.931 warga atau sekitar 99,27 persen di antaranya telah menuntaskan proses perekaman E-KTP.
Capaian tersebut membuat proporsi masyarakat Tabanan yang belum mengantongi KTP elektronik kini tersisa kurang dari satu persen, yakni berjumlah 2.802 jiwa.
Untuk menyisir sisa warga yang belum terekam tersebut, Disdukcapil Tabanan menyiagakan program pelayanan langsung ke rumah warga untuk mengjangkau kelompok rentan yang memiliki keterbatasan fisik maupun kesehatan.
“Lumayan kecil data warga yang belum mengnatongi E-KTP. Biasanya mereka yang belum memiliki E-KTP, karena kondisi sakit, penderita ODGJ dan faktor lainnya. Sehingga kami harus jemput bola melakukan perekaman,” pungkasnya. (c/kb)

















