
MANGUPURA, Kilasbali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melaksanakan pencanangan gerakan Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS) secara serentak di seluruh wilayah desa/kelurahan dan kecamatan se-Kabupaten Badung pada Minggu (8/3).
Aksi nyata pengelolaan sampah di Badung ini melibatkan semua unsur mulai dari perangkat desa/kelurahan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, PKK, pelajar, dan organisasi kemasyarakatan berkolaborasi dalam aksi secara masif dan berkelanjutan.
Sementara perangkat daerah, camat dan perbekel/lurah sebagai koordinator lapangan di masing-masing wilayah bertugas melakukan pendataan, sosialisasi, pengawasan, dan pelaporan.
Adi Arnawa meninjau langsung kegiatan tersebut bersama kepala lingkungan dan ketua suka duka se-Kerobokan Kaja di Lingkungan Tegal Permai, Perumahan Dalung Permai, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara.
Usai acara, Adi Arnawa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tonggak awal tata kelola dan manajemen pengolahan sampah yang terpola serta terpadu.
Ia juga mengapresiasi warga lingkungan Tegal Permai yang telah melaksanakan pengelolaan sampah yang terpola dan terpadu.
“Masalah sampah ini kan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah, oleh Bupati saja. Semua harus bergerak,” tegasnya.
Menurutnya, dengan karakter masyarakat heterogen dan semangat kebersamaan dan gotong royong yang tinggi, wilayah Dalung Permai bisa menyelesaikan permasalahan sampah.
“Saya berharap bahwa banjar-banjar atau lingkungan-lingkungan yang lain juga seperti ini,” ajaknya.
Adi Arnawa juga mengingatkan status Kabupaten Badung yang saat ini dalam status penyidikan dalam urusan pengelolaan sampah.
Dengan status seperti itu, ia mengingatkan bahwa semua komponen masyarakat bisa dipidana bila terbukti tidak benar dalam melakukan pengelolaan sampah.
Semua komponen itu bisa pemerintah, swasta, satuan pendidikan, atau warga masyarakat, “Sekali lagi saya mengimbau agar masyarakat melaksanakan pemilahan sampah,” imbuhnya.
Bahkan, sebagai motivasi, ia akan memberikan hadiah bagi masyarakat yang mampu dan melaksanakan pengelolaan sampah dengan benar.
“Saya membuka diri untuk memberikan reward atau hadiah. Karena semua reward atau yang saya berikan itu berbasis prestasi, bukan cuma-cuma. Ini juga untuk memotivasi warga melaksanakan pengelolaan sampahnya,” ujarnya. (c/kb)

















