
GIANYAR, kilasbali.com – Kasus bunuh diri kembali menuai sorotan di Kabupaten Gianyar. Terlebih, dalam dua hari ini, kasus bunuh diri dengan cara gantung diri ini terjadi berturut-turut. Ironisnya lagi, penyebabnya hampir sama, yakni masalah cekcok dalam keluarga. Di mana kejadian ini tidak patut untuk ditiru.
Senin (7/12/2020), kasus bunuh diri ini terjadi di Banjar Tebuana, Sukawati, Gianyar dengan korban atas nama Adi PC (50). Tentangga korban, Vandra Handoko mengaku, dirinya mengetahui peristiwa ini setelah mendengar istri korban menangis sambil meminta tolong.
Saat ditanya olehnya, istri korban menyebutkan jika suaminya gantung diri di gudang belakang rumah.
“Saya bergegas ke gudang, melihat Adi tergantung di kabel berwarna hitam, saya coba menolongnya. Karena tubuhnya sudah kaku saya langusng lapor ke polisi,” ungkapnya.
Seizin Kapolsek Sukawati, AKP Suryadi, Kanit Reskrim Polsek Sukawati, IPTU Anak Agung Alit Sudarma membenarkan peristiwa tersebut. Dijelaskannya, setelah menerima laporan dari masyarakat petugas langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Sukawati, terdapat luka lebam di leher korban dan diperkirakan meninggal dua jam sebelum ditemukan,” jelasnya.
Ditambahkan, menurut saksi mata, malam sebelum kejadian mendengar korban cekcok dengan istrinya namun tidak mengetahui penyebabnya. Sedangkan istri korban juga menerima kematian korban, dan menganggap kejadian itu murni sebagai musibah.
Sementara sehari sebelumnya, Minggu (7/12/2020), kasus yang sama juga terjadi di Banjar Paneca, Desa Melinggih Kelod, Payangan. Korbannya adalah Ela (29) perempuan kelahiran Payangan yang menikah ke Buduk, Mengwi, Badung. Saat itu korban yang sedang ada masalah keluarga pulang ke rumah orang tuanya di Payangan.
Suami korban, DPS pun rencananya akan menyusul bersama orang tuanya dan keluarga, sekalian membicarakan masalah yang ada di keluarga mereka.
Namun di rumah orang tuanya, tepatnya setelah makan, korban masuk ke kamar di lantai II. Beberapa saat kemudian orang tua korban yang mengecek korban pun terkejut mendapati korban sudah tergantung dengan kain destar di kusen jendela kamar.
Saksi pun langsung menurunkan tubuh korban dari kusen jendela kemudian merebahkan di kasur. Korban dalam keadaan kaku dan tidak bernapas serta di pastikan sudah meninggal dunia.
Hingga suami korban datang, didapati istrinya sudah terbujur kaku kemudian suami dan keluarganya berembug dengan ayah korban. Akhirnya jenazah korban hari itu juga di bawa ke rumah suaminya di Penebel, Tabanan dengan menggunakan mobil pribadi.
Kapolsek Payangan, AKP I Made Tama membenarkan kejadian tersebut. disebutkan, korban dari Penebel, Tabanan, dan jenasahnya sudah langsung dibawa oleh pihak keluarga ke Tabanan untuk di upacarai. (ina/kb).

















