Prabowo Resmikan Bendungan Sidan Secara Virtual

BADUNG, Kilasbali.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di lima provinsi secara virtual, dan salah satunya Bendungan Sidan, Jumat (10/7).
Sedangkan keempat bendungan yang lain diresmikan diantaranya meliputi, Bendungan Meninting, Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, serta Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah.
Dalam peresmian di Bendungan Sidan tersebut, tampak hadir Gubernur Bali, Wayan Koster Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Brigadir Jenderal TNI I Ketut Mertha Gunarda, Wakil Ketua DPRD Bali, Ida Gede Komang Kresna Budi, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, Dandim 1616/Gianyar, Kejari Gianyar, dan Kejari Bangli.
Prabowo Subianto meresmikan kelima bendungan tersebut dari Bendungan Meninting, NTB dengan menekan sirine dan penandatanganan prasasti.
Kelima bendungan ini memiliki total investasi negara yang mencapai Rp9,79 triliun, dan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, kemudian diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 1 juta ton beras, serta membawa dampak masif bagi ketahanan pangan, penyediaan air bersih, pengendalian bencana, hingga swasembada energi hijau.
Untuk diketahui, Bendungan Sidan terletak di daerah aliran Sungai Ayung, dimana lokasi Tapak Bendungan dan Genangan berada di Desa Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, dan Desa Buntutin, Desa Mengani, Desa Langgahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Bendungan Sidan, tercatat memiliki nilai kontrak Rp Rp 1,8 triliun dengan Masa Konstruksi 2018-2024, kemudian memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik/s, dengan luas genangan 37,15 ha, tinggi bendungan yang mencapai 68 meter, dan tipe bendungan Zonal Inti Aspal.
Manfaat Bendungan Sidan dapat menyalurkan air baku sebanyak 1,75 meter kubik/s untuk wilayah Kota Denpasar 0,75 meter kubik/s, Kabupaten Gianyar 0,3 meter kubik/s, Kabupaten Tabanan 0,2 meter kubik/s, dan Kabupaten Badung 0,5 meter kubik. Bendungan ini juga mampu melayani Layanan Irigasi seluas 9.598 Ha dengan Panjang Jaringan Irigasi mencapai 123,19 Km, serta mampu menjadi Reduksi Banjir yang mencapai 108 Ha, dan bermanfaat untuk energi 8,08 MW yang bersumber dari PLTA 0,65 MW dan PLTS Terapung 7,43 MW.(*M/kb)

















