
GIANYAR, Kilasbali.com – Meskipun pemasangan CCTV sudah hampir merata di setiap sudut, aksi pencurian di Desa Peliatan, Ubud tetap marak dan meresahkan. Dalam sepekan ini, aksi pencurian di siang bolong terekam CCTV, namun hingga kini para pelaku belum terungkap.
Dari informasi yang dihimpun, Rabu (1/7), pencurian sepeda motor siang hari terjadi di Jalan Gunung Sari, Br. Ambengan, Peliatan, Ubud, Senin (29/6) sekitar pukul 14.45 Wita.
Diduga kunci masih nyantol di motor sehingga pelaku dengan mudah dan cepat membawa motor. Sementara di hari yang sama seorang pelaku mencuri dua tabung gas elpiji melon di Banjar Teges, Desa Peliatan. Atas kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Ubud dan kini masih dilakukan penelusuran.
Salah seorang warga Peliatan, I Nyoman Parsa (49) mengungkapkan, pencurian kini cenderung terjadi karena memanfaatkan kelalaian korban.
Dicontohkannya sejumlah pencurian motor yang sangat cepat, karena pelaku membidik motor yang kuncinya masih nyantol. Demikian pencurian benda lainnya, seperti tabung gas, karena posisinya di pinggir jalan dan jauh dari pengawasan pemiliknya.
“Pencurian ternak pun masih marak. Bapak saya dua hari lalu baru menyadari 16 ekor bebeknya hilang. Padahal di sawah kami situasinya sangat ramai dan sudah ada banyak villa di subak Sekembang, Jalan Gunung Sari, Peliatan,” ungkap Parsa.
Disebutkan, di areal sawahnya juga banyak ada banyak CCTV, hanya saja dirinya enggan melaporkan kejadian tersebut, karena orang tuanya tidak mengizinkan.
“Mungkin bapak saya tak mau lagi sebagai saksi. Beberapa tahun sebelumnya, bapak kecurian dan setelah pelaku tertangkap malah harus menghadap ke kantor polisi untuk memberi keterangan lagi dan bebeknya tidak kembali karena sudah dijual pelaku,” tambahnya.
Warga lainnya, I Kadek Devada dari Banjar Tebesaya, pencurian di wilayahnya memang kerap terjadi kini semakin meresahkan. Di Banjar Tebesaya, sebutnya pencurian motor, helm hingga pembobolan juga terjadi sebelumnya.
“Dari rekaman CCTV, pelaku awalnya hanya berkeliling dengan memanfaatkan kemacetan, berjalan pelan sambil memantau motor atau benda lain yang mudah disasar,” terangnya.
Baginya pencuri kini sudah memahami situasi di wilayahnya meski banyak terpasang CCTV. Jika Kamera dipasang terlalu tinggi, pelaku kerap memakai topi dan sebaliknya jika terlalu rendah dengan mudah dirusak atau dimatikan melalui MCB kilometeran yang berlokasi di pinggir toko.
Selain itu, pencuri juga memanfaatkan sudut ruangan yang tidak terjangkau oleh lensa kamera. “CCTV standar kan tidak memberikan peringatan instan atau menghalangi fisik pencuri saat mereka masuk. Pelaku sengaja memakai penutup wajah, helm, atau jaket untuk menyembunyikan identitasnya,” ujarnya. (ina/kb)

















