Permintaan SKKH Sapi Kurban Keluar Bali Lewat Tabanan Meningkat

TABANAN, Kilasbali.com – Permintaan SKKH atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan untuk ternak sapi di Dinas Pertanian (Distan) Tabanan meningkat jelang Idul Adha 2026.
Permintaan catatan kesehatan ternak itu seiring meningkatnya jumlah pengiriman sapi Bali keluar pulau. Dan, Kabupaten Tabanan menjadi salah satu daerah transit pengiriman keluar pulau.
Berdasarkan data sementara Distan Tabanan, setidaknya sudah ada sepuluh ribu ekor sapi Bali yang sudah dikirim keluar pulau setelah transit di Tabanan sejak Februari 2026 lalu.
Kabid Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian Tabanan, drh I Gede Parta Ariana, mengungkapkan bahwa peningkatan ini sejalan dengan tingginya permintaan hewan kurban di luar daerah.
Meskipun pengurusan dokumen dilakukan di Tabanan, ribuan sapi tersebut merupakan gabungan dari berbagai kabupaten di Bali. Kebetulan kandang transitnya berada di Tabanan.
“Kalau (permohonan SKKH) yang (untuk pengiriman) antarpulau sudah ada. Dari Februari 2026. Kalau untuk kurban di Tabanan belum ada yang mengajukan. Baru sebatas menanyakan prosedurnya,” ujar Parta Ariana pada Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, Tabanan menjadi salah satu tempat pengurusan SKKH karena ketersediaan kandang transit. Saat ini, terdapat enam titik kandang transit yang tersebar di wilayah Baturiti sebanyak empat titik dan Kediri sebanyak dua titik.
“Karena kandang transitnya ada di Tabanan, maka (SKKH) diurus di Tabanan,” jelasnya.
Parta Ariana menegaskan, lalu lintas ternak ini hanya berlaku satu arah demi melindungi kelestarian plasma nutfah sapi Bali.
Hal ini didasarkan pada aturan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang melarang masuknya sapi dari luar pulau ke Bali. “Sapi luar Bali tidak boleh masuk,” tegasnya.
Berbeda dengan pengiriman rutin di hari biasa, momen menjelang Idul Adha memang dimanfaatkan untuk memaksimalkan kuota tahunan pengiriman sapi ke luar daerah.
Pada hari normal, volume pengiriman biasanya jauh lebih sedikit dan sangat bergantung pada jatah kuota dari pemerintah provinsi.
“Kalau (hari) yang normal-normal paling cuma dua bulang sekali sekitar seratus ekor. Tergantung kuota (pengiriman) dari provinsi,” imbuhnya.
Saat ini populasi sapi di Tabanan mencapai sekitar 32.000 ekor dengan konsentrasi populasi terbesar berada di wilayah utara.
Kawasan Baturiti dan Penebel masih menjadi sentra utama ternak sapi di daerah tersebut.
“(Populasi) paling banyak di daerah utara seperti Baturiti dan Penebel. Kalau Pupuan lebih banyak kambing,” pungkasnya. (c/kb)

















