DPRD Buleleng Studi Komparasi ke DPRD Bali

SINGARAJA, Kilasbali.com – DPRD Buleleng melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Bali. Kunker rombongan DPRD Buleleng dipimpin Ketua DPRD, Ketut Ngurah Arya bersama para Wakil Ketua, didampingi Sekwan Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka, serta awak media dari Bumi Panji Sakti pada Senin (16/3) pagi.
Kunker ini terkait sinergi Kesekretariatan DPRD dengan insan media dalam menyampaikan informasi ke publik di era digitalisasi ini.
Ketua Ngurah Arya mengatakan, hadir dengan formasi lengkap. Termasuk juga 32 wartawan yang bertugas di Kabupaten Bali Utara.
“Kehadiran kami dengan awak media kami ingin mencari informasi terkait sinergi dengan pers,” terangnya.
Masih kata dia, sinergi dengan awak media diharapkan di era digitalisasi bisa memberi informasi kepada masyarakat.
“Wartawan menjadi kunci dalam meluruskan informasi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Kunker ini diterima Sekwan DPRD Bali, I Ketut Nayaka yang menyampaikan selamat datang kepada rombongan DPRD Buleleng.
“Kami di Provinsi Bali ada kegiatan yang melibatkan wartawan, salah satunya terkait menggali informasi yang sedang trend di daerah lain dan dibandingkan dengan Bali,” katanya.
Nayaka sepakat dengan yang disampaikan Ketua DPRD Buleleng, salah satunya terkait penyampaian informasi.
“Peran wartawan sangat penting dalam menyampaikan informasi, seperti halnya penyampaian terkait regulasi yang disahkan DPRD,” jelasnya.
Pihaknya tidak menampik semakin tahun banyak media yang ingin bekerjasama. Namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya melakukan penundaan.
“Eksekutif juga ada kerjasama media, yakni dengan Biro Humas,” tegasnya.
Dari data, setidaknya terdapat 39 media yang bekerjasama dengan Sekretariat DPRD Bali. Seperti radio, TV, media cetak, dan online.
“Apalagi online, terus bertambah. Namun kami cek regulasinya,” imbuhnya.
Sementara itu, Riang Pustaka menyampaikan kunker ini juga terkait fenomena yang terjadi saat ini. Seperti Nyepi dan Idul Fitri yang akan berlangsung bersamaan, khususnya saar malam takbiran.
Pihaknya berharap, awak media mengangkat tema tersebut, sehingga diketahui masyarakat luas.
“Nyepi ini adalah perayaan yang ada di Pulau Bali dengan sipeng atau menyepi,” tandasnya. (Ard/kb)

















