‘Reviving The Legacy’, Peluncuran Buku dan Pameran di Bali Beach Hotel

DENPASAR, Kilasbali.com – Bertajuk ‘Reviving The Legacy’, Bali Beach Hotel menggelar peluncuran buku Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel karya David Hutama dan pameran di Lounge Soekarno hotel ini, Selasa (23/12).
General Manager Bali Beach Hotel dan The Meru Sanur, Ed Brea menyambut baik acara peluncuran buku sekaligus pembukaan pameran ini. “Saya sangat senang dengan sejarah hotel ini, dan banyak hal baru yang sudah selesai dibangun. Ini adalah hotel pertama di Bali, dan sekarang sudah banyak kemajuan,” tuturnya.
Dalam peluncuran buku dan pembukaan pameran ini, juga diisi dengan bedah buku. Dimoderatori oleh penulis buku, David Hutama, diskusi ini menghadirkan seorang akademisi di bidang konservasi arsitektur Prof. Johannes Widodo, dan dua arsitek Gregorius Supie Yolodi serta Maria Rosantina.
Diskusi itu mengupas terkait pembangunan hotel pertama di Bali ini dan kemudian diresmikan pada tahun 1966. Selain itu, juga menyinggung terkait relief Soekarno Presiden RI Pertama yang sebelumnya berada di luar ruangan, kini terletak di dalam gedung.
Ditemui seusai diskusi, Prof. Johannes Widodo mengatakan, hotel bintang lima bukan sekadar mewah lengkap dengan air conditioner dan segala macam. “Jadi bukan itu, yang paling utama adalah tanggung jawab kepada tamu, masyarakat dan lingkungan adalah hal yang paling besar,” ujarnya.
Sementara itu, Gregorius Supie Yolodi mengatakan, pameran ini menyajikan terkait proses. Mulai dari desain, hingga pekerjaan yang dilakukan ini. “Terkait buku merupakan sejarah dari hotel ini, dan juga tentang inisiasi projek hingga intensi desainnya,” ungkapnya.
Maria Rosantina menambahkan, rehabilitasi hotel ini mulai dilaksanakan pada tahun 2022, dan rampung pada tahun 2024, serta diresmikan tahun 2025. “Kami selain arsitek, juga koordinator desain yang melibatkan tim,” sebutnya.
Dikatakan, The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel dirancang sebagai dialog lintas waktu, menghidupkan kembali jiwa arsitektur modern Bali Beach Hotel, sekaligus merespon kebutuhan dan nilai abad 21. “Dalam pendekatan ini, arsitektur diposisikan sebagai medium. Kami merekam memori dan sejarah serta proses transformasinya,” jelasnya. (jus/kb)

















