Pertemuan Gubernur Bali, NTB, dan NTT

DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan juga Nusa Tenggara Timur (NTT) bertemu di Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Senin (3/11).
Pertemuan untuk menjajaki terkait kerjasama regional di ketiga provinsi tersebut yakni antara Gubernur Bali, I Wayan Koster dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades ‘Melki’ Laka Lena.
Gubernur Koster mengatakan bahwa pertemuan ini diinisiasi Pemerintah Provinsi NTB dan NTT untuk mengembangkan kerjasama regional Bali, NTB, dan NTT. Untuk pertemuan pertama, dilakukan identifikasi potensi yang dijadikan program kerjasama.
“Sudah disepakati namanya kerjasama regional Bali, NTB, NTT dengan bentuknya ada dua yakni integrasi dan kerjasama,” kata Koster.
Disebutkan, ada 10 bidang yang sudah dirumuskan untuk dikerjasamakan meliputi bidang pariwisata, sosial, kebencanaan, pertanian, kelautan perikanan, industri perdagangan hingga teknologi informasi. Kesepuluh bidang tersebut akan dirumuskan dalam MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Gubernur NTB.
“Ini akan dilaksanakan tanggal 25 November di NTB dan akan didampingi Kepala Bappeda Bali, NTB dan NTT, dan Kepala Dinas terkait,” ujar Koster.
Selanjutnya pada 22 Desember ditindaklanjuti dengan penandatanganan PKS yang berlangsung di NTT. Kerjasama regional ini juga tak bisa dilepaskan dari nilai historis antara Bali NTB dan NTT yang telah terbangun sejak lama.
“Sudah tertuang dalam UU Nomor 64 tahun 1958, kemudian sekarang berkembang sesuai konstitusi ketatanegaraan dan memiliki uu tersendiri. Namun ikatan spiritnya masih sangat kuat,” papar Koster.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal memaparkan pihaknya melihat potensi kerjasama antar tiga provinsi ini sangat luas dan besar. “Ketiganya tidak saling melemahkan, tapi saling menguatkan. Itu latar belakang yang mendorong kerjasama ini dilakukan,” paparnya.
Semua aspek kerjasama pun siap diintegrasikan baik dari pariwisata bahkan hingga bidang perhubungan. “Salah satu bagian peting kerjasama ini yakni best of practice, karena masing-masing provinsi punya kebijakan yang baik yang bisa saling tiru,” katanya.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menambahkan, kerjasama ini akan membuat masing-masing daerah menjadi kuat. “Kami mulai dari apa yang jadi kebutuhan masing-masing, saling bantu kerjasamakan dengan baik,” ujarnya.
Hal ini juga sejalan dengan tugas dari Jakarta, di mana tiga daerah ini sebagai penyumbang dan memperkuat diri dalam ekonomi kreatif dan pariwisata. Apalagi menurutnya, tiga daerah ini menyumbang 2,8 persen dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata ke pusat.
Melki menyebut, banyak diaspora dari masing-masing daerah yang ada di masing-masing wilayah tersebut sehingga bisa saling mengisi. “Ini kami perkuat termasuk diaspora di internasional juga terlibat untuk bangun daerah ketiga-tiganya dengan baik,” paparnya. (Jus/kb)

















