Akses Jalan Ditutup, DPRD Bali Fasilitasi Warga dan GWK

DENPASAR, Kilasbali.com – Menyikapi adanya penutupan akses jalan, DPRD Bali memfasilitasi pertemuan antara warga dari Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung dengan pihak Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park.
Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama, berlangsung di gedung DPRD Bali, Senin (22/9). Hadir juga Wakil Ketua I DPRD Bali, Disel Astawa, dan Wakil Ketua III DPRD Bali, Nova Sawitri.
Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa akibat penutupan tersebut, setidaknya 200 kk kurang lebih berjumlah 600 orang tidak bisa keluar masuk di rumah sendiri.
Budiutama mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi agar permasalahan ini bisa diselesaikan.
Disel Astawa yang juga Bendesa Adat Ungasan mengatakan, sejak dahulu jalan tersebut memang sering dilalui.
Wakil Ketua DPRD Nova juga angkat bicara dan menyampaikan bahwa warga sudah sangat sabar. “GWK itu sekarang bisa besar juga berkat masyarakat,” katanya.
Dalam pertemuan ini, Wakil Ketua DPRD Bali, Disel Astawa menyatakan bahwa warga tidak memiliki niat dengan kejadian ini. Mengingat GWK sudah masuk Unesco.
Tapi karena sudah setahun permohonan tidak ditindaklanjuti, maka kejadian ini tidak bisa dihindari. “Tahun lalu pergeseran jalan sudah kami mohon,” katanya.
Menurutnya, keputusan lembaga DPRD Bali disampaikan ke pihak manajemen GWK, karena sesuai undang undang tidak boleh menutup akses jalan warga.
“Jawaban BPN jelas, bahwa itu jalan umum, dan sudah diserahkan oleh pihak GWK ke Pemkab Badung,” tegasnya.
Pihaknya juga menyampaikan keputusan rapat. Yakni dalam jangka waktu seminggu tembok tersebut dibongkar.
Namun jika dalam seminggu dibuka, maka pihak pemerintah bersama Satpol PP dan masyarakat membuka jalan tersebut. “Kalau tidak dilaksanakan, sebaiknya GWK ditutup,” tegasnya.
Ditemui seusai pertemuan, Kuasa Hukum GWK, Abraham mengatakan bahwa DPRD pastinya mewakili aspirasi dan menjembatani keinginan masyarakat. “Sama-sama lah berjalan antara investor dengan masyarakat,” katanya.
Disinggung terkait jangka waktu satu minggu ke depan tembok tersebut dibongkar, pihaknya menyerahkan ke manajemen. “Kami lihat nanti bagaimana dinamika, seperti itu,” pungkasnya. (Jus/kb)

















