Bupati Badung Gelar Dialog dengan Tokoh Masyarakat Dalung Permai

MANGUPURA, Kilasbali.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menggelar dialog bersama tokoh masyarakat se-Dalung Permai di Balai Banjar Bhuana Asri, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, pada Senin (16/3).
Dalam dialog itu, ia juga menyerahkan compost bag atau tas kompos secara simbolis kepada Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana.
Kegiatan itu turut dihadiri pimpinan dinas/badan di lingkungan Pemkab Badung; Lurah Kerobokan Kaja, I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra; Perbekel Desa Dalung, I Gede Putu Arif Wiratya; para kelian dinas dan suka dukaa, serta Pasikian Yowana se-Dalung Permai.
Adi Arnawa menyebut, kunjungannya ke Perumahan Dalung Permai itu merupakan untuk yang kedua kalinya.
Di kesempatan itu, ia berdialog dengan masyarakat untuk mencari solusi penanganan sampah di wilayah setempat.
Ia tidak memungkiri, dengan jumlah penduduk yang tinggi, penanganan sampah di kawasan tersebut menjadi tantangan besar.
“Tujuan saya datang kesini adalah untuk memastikan agar kaling, tokoh masyarakat, kelian tempekan, lurah, dan perbekel dapat bersama-sama mencari solusi penanganan sampah,” ujarnya.
Adapun penanganan sampah yang sangat ia tekankan adalah soal pemilahan. Menurutnya, proses pemilihan ini sudah terbukti berhasil di Banjar Tegal Permai.
“Dengan kemauan dan goodwill, saya yakin kita bisa melakukannya di sini juga. Saya datang untuk memotivasi masyarakat agar lebih serius dalam menangani masalah sampah, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Karena itu, ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Perumahan Dalung Permai yang telah menjaga kekompakan meski lingkungan yang heterogen.
Ia berharap pertemuan ini menjadi momentum untuk mendengarkan aspirasi dari tokoh masyarakat setempat, yang nantinya dapat ditindaklanjuti oleh dinas/badan terkait di Pemkab Badung.
“Selain masalah sampah, pertemuan ini juga membahas isu lain seperti penataan lalu lintas dan masalah banjir. Meskipun ini masalah yang ada di seluruh Badung, saya apresiasi kekompakan masyarakat di sini yang sangat tinggi,” sebutnya.
Ia berharap, kekompakan masyarakat tersebut tetap terjaga, sehingga lingkungan perumahan tetap kondusif. Apalagi, lingkungan Dalung Permai merupakan wilayah yang beroperasi hampir 24 jam.
“Kita juga perlu mempersiapkan potensi masalah, seperti sampah, kriminalitas, dan kerusuhan. Oleh karena itu, kedatangan kami bersama perangkat daerah diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat Dalung Permai,” jelasnya. (c/kb)

















