Adi Arnawa Dikukuhkan Jadi Ketua IPSI Bali dan Hendak Bawa Silat Kembali ke Era Keemasan

MANGUPURA, Kilasbali.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Badung periode 2025-2029 bersama seluruh jajarannya.
Proses pengukuhan itu berlangsung di ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintah atau Puspem Badung pada pada Jumat (21/11).
Pengukuhan kepengurusan IPSI Bali itu dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) IPSI, Teddy Suratmadji, dan disaksikan Ketua KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan.
Momen itu diawali dengan pembacaan surat keputusan atau SK dari Ketua Umum IPSI, Prabowo Subianto, yang telah ditekan pada April 2025 lalu.
Usai pelantikan, Adi Arnawa menegaskan bahwa kepengurusan IPSI Bali di bawah kepimpinannya akan berupaya membawa pencak silat Bali kembali ke era keemasannya.
“Sebagaimana tagline (pengukuhan). Kami akan menyatukan barisan untuk (membawa pencak silat Bali) kembali ke masa emasnya seperti di PON Riau,” kata Adi Arnawa.
Untuk itu, ia bersama jajaran pengurus akan melakukan upaya pembinaan intensif terhadap atlet yang potensial maupun peningkatan kapasitas pelatih melalui sertifikasi.
“Termasuk memberikan ruang kepada atlet dan pelatih untuk ikut berbagai turnamen sebagai ajang evaluasi pembinaan,” ujarnya.
Ia berharap, kesatuan langkah seluruh jajaran kepengurusan IPSI Bali bisa memberikan dampak besar bagi upaya mendongkrak prestasi dari cabang olahraga pencak silat.
“Sebagaimana disampaikan Ketua KONI Bali tadi bahwa Bali merupakan gudangnya atlet silat yang berprestasi,” sebutnya.
Bagi Adi Arnawa, pengukuhannya sebagai Ketua Umum IPSI Bali periode 2025-2029 merupakan sebuah kehormatan.
“Dan, pastinya memerlukan tanggung jawab moral yang besar untuk bisa meningkatkan prestasi cabang olahraga pencak silat baik di event regional hingga internasional,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Sekjen PB IPSI, Teddy Suratmadji, sebelumnya saat menyampaikan sambutan.
Menurut Teddy, bukan tidak mungkin bagi Provinsi Bali untuk membawa pencak silat kembali ke masa keemasannya seperti yang sempat diukir pada PON di Riau.
“Bukan tidak mungkin direbut kembali, terutama dari kategori artistiknya,” kata Teddy dengan nada optimistis.
Lebih dari itu, Teddy mengingatkan bahwa pencak silat saat ini sudah menjelajah ke berbagai negara. “Dan, saat ini (pencak silat) sedang menuju Olimpiade,” bebernya.
Untuk upaya itu, sambungnya, PB IPSI sedang menggodok peraturan pertandingan, khususnya pada laga.
Ia berharap, peraturan pertandingan baru ini bisa secepatnya disosialisasikan usai Sea Games yang dijadwalkan pada Desember 2025 ini. (c/kb)

















