Gianyar “Hijau”, Mahayastra Tutup Vaksinasi Pertama Berbasis Banjar

GIANYAR, Kilasbali.com – Vaksinasi berbasis Banjar yang dicanangkan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, benar-benar efektif dalam pencapaian heard immunity (HI) di Bumi Seni. Dengan catatan capaian melampaui HI yakni hingga 116 persen, serta merata di selurùh banjar, Bupati Gianyar pun menutup pelaksanaan vaksin pertama, terhitung Kamis (1/7/2021).
Keputusan Bupati Mahayastra ini pun, dilandasi dengan capaian dengan indikator yang jelas dan cermat. Dari hitungan target HI dari pusat, capaian 100 persen dihitung dari 70 persen jumlah penduduk dengan usia 18 tahun ke atas.
Sementara hitungan 70 persen atau 100 persen HI itu, sekitar 18.352 ribu orang sudah divaksin. Vaksinasi berbasis banjar ini malah sudah melampaui dengan jangkauan ke 556 banjar atau seluruh banjar.
“Capaian kita sudah melampaui HI, per hari ini sudah mencapai 116 persen. Karena itu, terhitung hari ini saya tutup pelaksanaan VI berbasis Banjar. Saya sampaikan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban saya sebagai pelaksana vaksin di daerah,” ungkap Bupati Mahayastra sambil menunjukkan pemetaan dengan penandaan vaksinasi pertama berwarna hijau.
Ditegaskan, penutupan ini bukan berarti pelayanan vaksinasi ditutup. Masyarakat yang belum di vaksin tahap pertama, lebih lanjut akan tetap dilayani di unit pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas hingga Rumah Sakit. Karena dalam vaksinasi berbasis banjar ini, masih ada warga yang belum terlayani lantaran sejumlah kendala. Mulai dari gagal lolos di meja screening karena kendala kesehatan hingga faktor psikis.
“Ini nantinya akan diarahkan untuk vaksinasi pertama ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Bagi warga yang trauma atau kendala psikis lainnya, tentunya akan ada pendampingan,” jelasnya dengan detail.
Pada kesempatan ini, bupati menyatakan rasa bangganya, karena suksesi Vaksinasi ini tidak terlepas dari antusias warga, kerja keras nakes dan gotong royong seluruh OPD.
Terlebih hingga kini, Bali umumnya selalu mendapat menerima fujian pusat karena ketaatan prokes dan suksesi vaksinasi sangat tinggi dibanding daerah lainnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat, nakes dan OPD atas capaian ini. Mudah-mudahan dari keseriusan semua lapisan masyarakat ini juga diikuti oleh pemerintah pusat dalam menjalankan komitmennya, yakni membuka pariwisata Bali. Karena nantinya akan berimplikasi pada pendapatan daerah. Tanpa anggaran pemerintahan juga akan sulit berjalan dan melayani masyarakat,” harapnya.
Terkait program vaksinasi anak-anak, sembari menunggu instruksi pusat, Bupati juga sudah menyiapkan teknis pelaksanaannya. Dimana, nantinya vaksinasi untuk anak usia 12 hingga 17 tahun akan dilaksanakan dengan basis sekolah. “Saya yakin vaksinasi di sekolah ini akan lebih efektif,” pungkasnya. (ina/kb)

















