
GIANYAR, Kilasbali.com – Sempat mereda dalam dua pekan, hujan lebat kembali mengguyur wilayah Gianyar sejak Selasa malam hingga Rabu (7/4/2021) dinihari. Bencana pun kembali timbul. Kali ini, air saluran irigasi yang melupa menggerus dan menjebol senderan bangunan di sebuah bengkel di jalan By Pass Ida Bagus Mantra, tepatnya di Banjar Telabah, Sukawati.
Kejadiannya, saluran irigasi dipenuhi air kiriman dari hulu dan menggerus tanah di bawah senderan hingga jebol. Pemilik bangunan, Ni Nyoman Sunariati menuturkan, bencana ini berawal dari hujan lebat sempat mengguyur semalaman.
Karena banyaknya air kiriman dari hulu, air irigasi di sebelah rumahnya itupun meluap ke pekarangannya. “Sepertinya ada saluran yang mampet juga, sehingga airnya pun meluber ke pekarangan saya,” ungkap Sunariati.
Hingga Rabu pagi, sebutnya, air yang terus menggenangi pekarangannya, sehingga mengakibatkan tanahnya menjadi labil. Sebelum jebol, sejumlah retakan sudah dirasakannya di banguan pondasi dan hingga akhirnya jebol.
“Tidak hanya senderan, pondasi bangunan saya juga ikut longsor. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, namuan kerugian material belum bisa saya perkirakan,” ujarnya.
Secara terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk meninjau kerusakan tersebut.
Kata dia, kerusakan terjadi pada senderan dan pondasinya. Kerugian ditafsir sekitar Rp 70 juta. “Kami tidak langusng melakukan evakuasi karean kondisi tanah masih labil serta material tidak ada mengganggu akses lalulintas,” ujarnya.
Meski dari kalender musim, diperkirakan hingga bulan Maret, namun di bulan April pontensi masih ada. Terlebih, tahun ini bencana alam marak terjadi. Karena itu pihaknya meminta masyarakat waspada terhadap bencana.
Disebutkan, cuaca ekstrim sejak Desember banyak terjadi bencana alam. Seperti pohon tumbang, longsor dan air meluap.
Karena itu, masyarakat yang bepergian harus hati- hati, menjaga lingkungan terutama membuang sampah tidak sembarangan dan jika ada pohon lapuk dan berpotensi tumbang segera dilaporkan untuk dilakukan pemangkasan. (ina/kb)

















