
TABANAN, Kilasbali.com – Sebuah sepeda motor Honda Vario terperosok masuk ke dalam sungai akibat mengalami rem blong saat melintasi jembatan di Banjar Gelagah, Desa Payangan, Kecamatan Marga, pada Jumat (30/10).
Insiden kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan satu orang tersebut merenggut nyawa penumpang yang boncengan di kendaraan itu usai terjatuh ke dasar sungai bersama motor yang dikendarai.
Peristiwa maut sekitar pukul 12.00 Wita tersebut menimpa sepeda motor Vario berwarna hitam dengan nomor polisi DK 4946 GAI.
Kendaraan tersebut dikendarai oleh Ni Wayan Surini (54), warga lokal setempat, yang membonceng rekannya, Ni Nyoman Atmika Wati (51).
Kapolsek Marga, AKP I Nyoman Sudarma, mengonfirmasi terjadinya kecelakaan tunggal di wilayah hukumnya tersebut.
“Kejadiannya di jembatan yang ada di Banjar Gelagah, Desa Payangan, Kecamatan Marga sekitar pukul 12.00 Wita,” ujar Sudarma.
Insiden bermula saat Surini yang membonceng Atmika Wati melaju dari arah timur menuju ke barat, yaitu dari rute Banjar Gelagah mengarah ke Banjar Legung, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan.
Setibanya di area jembatan, Surini mendadak hilang kendali atas laju sepeda motornya akibat pengereman yang tidak berfungsi. “(Diduga) rem kendaraannya blong,” jelas Sudarma.
Laju kendaraan yang tak terkendali lantas menghantam tembok pembatas jembatan di sebelah kiri jalan. Benturan keras tersebut menyebabkan Surini terlempar dan jatuh di pinggir jembatan, sedangkan sepeda motor beserta Atmika Wati yang berada di boncengan jatuh terperosok ke dasar sungai di bawah jembatan.
Nyawa Ni Nyoman Atmika Wati tidak terselamatkan akibat benturan keras saat terjatuh ke sungai.”Korban yang dibonceng meninggal di TKP (tempat kejadian perkara),” ungkapnya.
Sementara itu, pengendara motor, Surini, menderita sejumlah luka pada tangan kiri, kedua belah kaki, serta bagian perut.
Proses evakuasi jenazah korban maupun bangkai kendaraan dari dasar sungai berlangsung dengan menerjunkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan bersama aparat kepolisian dan warga.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian memastikan tidak ada proses hukum lanjutan. Pihak keluarga korban telah menerima insiden maut tersebut secara ikhlas sebagai musibah murni. (c/kb)

















