
GIANYAR, Kilasbali.com – Dampak musim kemarau panjang, terjadi musibah kebakaran dalam sepekan ini. Warga Gianyar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Terakhir tiga kebakaran yang terjadi di lokasi berbeda dalam sehari, Sabtu (5/9).
Tiga kejadian tersebut masing-masing terjadi di gudang perabot di Jalan Gunung Lempuyang, Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan; Pura Dadya Penataran Abas, Banjar Getas Kangin, Desa Buruan, Blahbatuh; serta lahan alang-alang di Banjar Lebah, Desa Keramas, Blahbatuh.
Kebakaran gudang menjadi kejadian dengan kerugian terbesar. Bangunan semi permanen seluas sekitar 400 meter persegi berikut stok perabot rumah tangga berbahan plastik dan logam terbakar. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Sebanyak sembilan unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api. Kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara di Pura Dadya Penataran Abas, empat palinggih terbakar. Masing-masing Pengaruman, Gedong Penyimpenan, Periyangan dan Taksu. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran ketiga terjadi di lahan alang-alang seluas sekitar 25 are milik Wayan Rati (45) di Banjar Lebah, Desa Keramas.
Kasatpol PP dan Damkar Gianyar, I Putu Yudanegara, Minggu (6/9), mengingatkan masyarakat agar tidak lengah selama musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Mulai dari rumah tangga, periksa instalasi listrik, kompor gas dan peralatan elektronik, termasuk charger HP sebelum meninggalkan rumah,” ujarnya.
Yudanegara secara khusus meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Menurutnya, kondisi kering saat musim kemarau membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan.
Untuk kebakaran gudang di Samplangan, polisi masih melakukan penyelidikan. Unit Reskrim Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar telah melakukan olah TKP guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. (Ina/kb)

















