HIPMI Bali Komit Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Inovatif
dari Business Competition 2026 di Primakara University

DENPASAR, Kilasbali.com — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya wirausaha muda inovatif melalui penyelenggaraan Forbisda BPD HIPMI Bali – Business Competition 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 4 Primakara University, Jumat (8/5/2026)
Mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda Bali untuk menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan sampah organik yang selama ini menjadi tantangan serius di Bali.
Acara dibuka secara resmi melalui sambutan dari Rektor Primakara University serta Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, atau yang mewakili. Dalam sambutannya, HIPMI Bali menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan generasi muda dalam menciptakan inovasi bisnis yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pitching dan penjurian TOP 8 Business Competition HIPMI Bali 2026. Para finalis mempresentasikan gagasan bisnis terbaik mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis dan profesional.
Adapun delapan tim finalis yang berhasil masuk TOP 8 yakni: pertama Bhumi Collective Loop : Model Jasa Angkut dan Pengolahan Sampah Organik Terdesentralisasi Berbasis Koperasi dengan Skema Pay-As-You-Throw.
Kedua Aionix Bio-Refine: Transformasi Sampah Organik Menjadi High-Value Bio-Materials Berbasis AI. Ketiga Biorent : Solusi Nyata Sampah Organik Menjadi Bahan Bakar Gas. Keempat Bali Cycle – Solusi Pengolahan Limbah Terpadu & Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi Maggot BSF di Bali.
Kelima, Bali Circular Feed: Integrasi Limbah Organik untuk Kemandirian Pakan Ternak Babi Bali. Keenam, Bali Tanpa Sampah Organik : Model Bisnis Sirkular Berbasis Banjar menuju Pasar Global.
Ketujuh, Bali Resik: Inovasi Smart Waste Management Platform Berbasis Pelaporan Masyarakat dengan Integrasi AI, dan kedelapan, Siklora: Mengubah Limbah Organik Wisatawan Menjadi Nilai Ekonomi dan Pengalaman Wisata Regeneratif.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri akhirnya menetapkan tiga tim terbaik sebagai pemenang Business Competition HIPMI Bali 2026. Para pemenang dinilai unggul dari sisi inovasi, keberlanjutan bisnis, dampak lingkungan, hingga potensi implementasi di masyarakat.
Juara pertama diraih oleh BanaNo Plastik, sebuah inovasi bisnis ramah lingkungan yang menghadirkan alternatif pengganti plastik berbahan alami dan berkelanjutan. Konsep usaha ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengurangan limbah plastik sekaligus menjawab kebutuhan pasar terhadap produk eco-friendly.
Sementara itu, posisi juara kedua berhasil diraih oleh Bhumi Collective Loop melalui gagasan model pengelolaan sampah organik terdesentralisasi berbasis koperasi dengan pendekatan Pay-As-You-Throw. Ide ini dinilai unggul karena mampu mengintegrasikan sistem pengangkutan, pengolahan, dan partisipasi masyarakat dalam satu ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Adapun Bali Resik berhasil meraih posisi juara ketiga melalui inovasi smart waste management platform berbasis pelaporan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Platform ini dinilai memiliki nilai inovasi tinggi karena mampu mempermudah pelaporan persoalan sampah secara digital sekaligus membantu proses monitoring dan penanganan secara lebih efektif
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah berlangsung meriah serta mendapat apresiasi dari peserta maupun tamu undangan yang hadir. HIPMI Bali berharap kompetisi ini tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, tetapi mampu melahirkan startup dan pelaku usaha muda baru yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian Bali.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Primakara University sebagai kampus technopreneurship yang aktif mendukung pengembangan startup dan inovasi bisnis berkelanjutan di Bali. Primakara University sendiri dikenal sebagai salah satu kampus berbasis teknologi dan kewirausahaan di Bali yang memiliki ekosistem inkubator bisnis aktif melalui Inbis Primakara.
Selain menjadi ajang kompetisi, Forbisda HIPMI Bali 2026 diharapkan mampu melahirkan ide-ide bisnis baru yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam mendukung ekonomi sirkular, pengelolaan sampah organik, dan pembangunan berkelanjutan di Bali.
HIPMI Bali menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi dan kewirausahaan untuk menjawab tantangan lingkungan di masa depan. Semangat tersebut sejalan dengan perkembangan ekosistem bisnis dan startup di Bali yang terus tumbuh melalui sinergi antara organisasi pengusaha, perguruan tinggi, dan komunitas inovasi. (jus/kb)

















