Foto Bali Festival 2026 di Nuanu Creative City

DENPASAR, Kilasbali.com – Nuanu Creative City bakal menggelar Foto Bali Festival 2026 yang diikuti 36 seniman dari 24 negara. Acara bertema Afterimage ini bakal dihelat 3 Juni hingga 12 Juli 2026
Festival ini menghadirkan karya-karya yang mengeksplorasi memori, keberlanjutan, serta bagaimana citra terus hidup melampaui momen yang ditangkapnya. Bergerak antara narasi personal dan refleksi yang lebih luas tentang sejarah, identitas, dan pengalaman kolektif, proyek-proyek terpilih ini menunjukkan bagaimana fotografi tidak berhenti pada satu momen, melainkan terus membentuk makna seiring waktu.
“Kami ingin Foto Bali Festival membuka ruang percakapan yang lebih luas antara praktik fotografi dari berbagai konteks, tanpa batas geografis maupun generasi,” ujar Kelsang Dolma, Festival Director Foto Bali Festival, Senin (6/4).
“Open call menjadi bagian penting dari proses ini, memungkinkan seniman baru maupun yang telah lama berkarya untuk berpartisipasi melalui kekuatan karya mereka dan relevansinya dengan tema festival. Kehadiran dua kurator juga membuka ruang bagi beragam perspektif dalam proses seleksi, sehingga menghadirkan pembacaan yang lebih berlapis terhadap gagasan utama festival,” imbuhnya.
Festival ini didukung oleh Wonderful Indonesia, yang menegaskan perannya dalam memperkuat lanskap budaya dan ekonomi kreatif Indonesia. Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, menyampaikan, Wonderful Indonesia mendukung inisiatif yang memperkuat ekosistem kreatif dan dialog budaya di Indonesia. “Foto Bali Festival 2026 menunjukkan bagaimana seni, fotografi, dan komunitas dapat bertemu untuk menciptakan percakapan budaya yang bermakna, berakar dari Bali,” ujarnya.
Kurniadi Widodo, Kurator Foto Bali Festival menyebutkan, dari keseluruhan submisi yang masuk, sekitar 5% karya terpilih untuk dipresentasikan dalam festival. Mewakili Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Oseania, para seniman terpilih ini menghadirkan beragam pendekatan—mulai dari dokumenter dan konseptual hingga praktik lintas disiplin dalam pengolahan citra.
“Kualitas dan pendekatan yang muncul dari karya-karya ini sejalan dengan apa yang kami bayangkan sejak awal ketika tema diumumkan,” ujar Kurniadi Widodo. “Kami ingin menghadirkan praktik yang menunjukkan komitmen sekaligus keberagaman bahasa visual dalam fotografi kontemporer,” imbuhnya.
Menambahkan perspektif kuratorial, Putu Sridiniari, Kurator FOTO Bali Festival, menyampaikan, dalam konteks Afterimage, fotografi tidak pernah benar-benar mengakhiri sebuah momen, tetapi terus beredar dan membentuk cara kita mengingat dunia. “Karya-karya terpilih mencerminkan beragam pendekatan, namun memiliki perhatian yang sama terhadap bagaimana gambar menyimpan jejak dan mempengaruhi cara kita memahami masa kini,” tandasnya. (jus/kb)

















