Adinda Agustina dan Wahyu Saputra Lolos ke Grand Finals ‘MBB 2025’

KUTA, Kilasbali.com – Barista putri, Adinda Agustina (Expat. Roasters) dan Komang Wahyu Saputra (Fortune Kitchen) berhasil menyingkirkan puluhan barista lainnya dalam babak kualifikasi kompetisi bertajuk “Milklab Barista Battle (MBB) 2025” di Expat Roasters Beachwalk, Kuta, Senin (17/11/2025).
Kedua barista muda tersebut dinyatakan lolos sebagai dua pemenang teratas yang berhasil mengamankan posisi mereka di Grand Finals.
Kedua barista asal Bali ini akan dipertemukan dengan para finalis dari 3 kota lainnya (Surabaya, Jakarta, dan Bandung) pada Grand Finals, Selasa, 2 Desember 2025 di Icon Bali, Sanur, untuk memperebutkan gelar juara dan kesempatan mewakili Indonesia di panggung internasional.
Acara ini menjanjikan pertunjukan yang penuh talenta, kreativitas, dan keahlian kopi berkelas dunia.
Menurut Yande J Wirawan, salah seorang juri dan figur terdepan di dunia kopi Indonesia dan Global Brand Ambassador untuk Milklab, memaski tahun ke-3, “Milklab Barita Battle” ini terus menjalankan misinya untuk menemukan barista paling berbakat di Indonesia yang akan melaju ke kompetisi internasional di Melbourne, Australia.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai Head Barista dan Coffee Trainer di Expat Roasters, Yande yang dikenal kreativitasnya, presisi, serta pengalamannya dalam kompetisi internasional menjelaskan, pada babak kualifikasi diikuti 32 peserta terbaik dari setiap kota untuk berkompetisi di empat event regional. Dimulai di Bali (17/11/2025), Surabaya (21/11/2025), Jakarta Pusat (28/11/2025), dan Bandung (29/11/2025).
Yande juga merupakan pendukung kuat inovasi berbasis plant-based dalam budaya kafe modern menambahkan, juara “Milklab Barista Battle 2025” akan menerima hadiah utama berupa perjalanan ke Australia, termasuk tiket pesawat dan akomodasi untuk berkompetisi di MBB International Finals di Melbourne, serta tiket MICE selama 3 hari, uang tunai AUD 500, dan kesempatan untuk memenangkan sepasang tiket ke World of Coffee Panama.
“Pemenang kedua akan menerima hadiah uang tunai AUD 300, sementara seluruh finalis akan mendapatkan hadiah hiburan berupa uang tunai AUD 100,” kata Yande, seraya menuturkan, setiap peserta memiliki waktu 5 menit untuk menarik shot espresso, melakukan frothing, menuang susu, dan menyajikan latte art mereka, serta kriteria penilaian mencakup kualitas foam, kontras, harmoni, ketegasan pola, simetri, dan ketepatan terhadap pola yang diberikan.
Sang juri lainnya, yang berpengalaman lebih dari 17 tahun di industri kopi spesialti Indonesia, Sivaraja adalah pendiri Amstirdam Coffee dan memperjuangkan karakter terroir Indonesia serta mendukung petani lokal. Sebagai juri bersertifikat WBC dan WLAC, ia membawa keahlian teknis yang mendalam, ketajaman indera, serta gaya penjurian yang fokus pada mentorship.
Juga Bill Laudrix, juri bersertifikat World Coffee Competition dengan pengalaman luas di berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Keahliannya dalam evaluasi sensori dan standar kompetisi termasuk passion-nya dalam membimbing barista muda.
Dengan latar belakang ganda di bidang kopi dan teknologi, Bill membawa pendekatan yang penuh ketelitian sekaligus empati di panel juri.
Serta Willy Sidewalks, selaku Head Judge untuk Milklab Bali Café Creation Final Showdown. Aktif di industri kopi sejak 2008 dan menjadi sensory judge sejak 2009, ia kini menjabat sebagai Judge Coordinator untuk SCA Indonesia, pemiliki sertifikasi SCA, merupakan penulis dua buku yang telah diterbitkan, serta kreator kanal edukasi Ngopi #NoCingCong. (Kb/djo)

















