
DENPASAR, Kilasbali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa media massa memegang peranan penting dalam konsep pentahelix, khususnya konteks pembangunan berkelanjutan.
Untuk itu, Koster mengajak media massa elektronik, cetak dan digital memerangi informasi hoax (berita bohong) yang kerap dikembangkan tanpa fakta dan data di media sosial.
Koster mengajak media massa bersinergi dengan pemerintah provinsi Bali untuk melawan hoax di media sosial. Terkait maraknya hoax atau berita bohong yang ada di media sosial, Koster meminta masyarakat agar tidak terlalu mudah percaya dengan informasi di media sosial karena tidak dapat dijamin kebenarannya.
“Kawan-kawan di media (media mainstream, red) inilah yang harus aktif membuat suatu pemberitaan supaya masyarakat mendapat pemberitaan yang benar tentang apa yang terjadi,” ungkapnya di Denpasar, Selasa (8/7).
Koster berharap agar masyarakat di Bali dan luar Bali bisa tahu apa saja program-program yang telah dikerjakan Pemprov Bali untuk krama Bali.
Dengan demikian, lanjut dia, apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun Bali secara berkelanjutan dapat terlaksana efektif, produktif dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
“Media massa itu sangat penting, saya sangat apresiasi dan menghargai kinerja media. Sebagai kepala daerah tanpa media massa maka apa yang dilakukan oleh kepala daerah tak akan sampai kepada masyarakat,” kata Koster.
Sejak menjalankan amanah rakyat sebagai DPR RI tiga periode (2004-2019) dari Fraksi PDI Perjuangan, Koster selalu aktif berkomunikasi dengan insan media.
“Sekarang di Bali (Gubernur Bali, red), saya terus berkomunikasi dan bersinergi dengan insan media. Astungkara rasanya saya sudah lakukan yang terbaik untuk media massa di Bali,” pungkasnya. (M/kb)

















